Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Human Capital Sebagai Instrumen Pengurangan Pengangguran : Analisis Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah dan Angka Harapan Hidup Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonedia: Penelitian Essi Laura Amanda; Gebatania Pakpahan; Sarah Desnita Manihuruk; Kevin Daniel Sirait
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6668

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan di Indonesia. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas sumber daya manusia yang tercermin melalui pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Harapan Hidup (AHH) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia periode 2010–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), publikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan sumber resmi lainnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-Rata Lama Sekolah memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,271022, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pendidikan cenderung menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka, namun secara parsial tidak berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,3869. Sementara itu, Angka Harapan Hidup memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,235162 dan berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 10 persen dengan nilai probabilitas 0,0930. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa RLS dan AHH secara bersama-sama berpengaruh terhadap TPT pada tingkat signifikansi 10 persen dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,056580. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,380401 menunjukkan bahwa 38,04 persen variasi Tingkat Pengangguran Terbuka dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas kesehatan yang diukur melalui Angka Harapan Hidup memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka dibandingkan kualitas pendidikan yang diukur melalui Rata-Rata Lama Sekolah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan perlu terus diperkuat untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran di Indonesia.
Pengaruh Pajak Kendaraan Bermotor Dan Investasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Menurut Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara Monika Caramoy Sitorus; Essi Laura Amanda; Ellyka EvitaSari Purba; Selpiana Selpiana; Khairunnisa br Marpaung; Ananda Sakinah; Muhammad Yusuf Harahap
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1867

Abstract

Studi ini menelaah kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor dan tingkat investasi terhadap besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten dan kota Provinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2009–2024. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan penerapan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan pengaruh antar variabel penelitian. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, publikasi pemerintah daerah, dan institusi terkait lainnya. Dalam kerangka analitis, PAD berfungsi sebagai variabel dependen, sementara Pajak Kendaraan Bermotor dan investasi dimasukkan sebagai variabel independen. Temuan empiris memperlihatkan bahwa investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD, dengan probabilitas 0,0020. Begitu pula, Pajak Kendaraan Bermotor menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap PAD dengan nilai signifikansi one‑tailed sebesar 0,0472. Ketika diuji secara bersama, kedua variabel bebas tersebut secara signifikan menjelaskan variasi PAD, yang ditunjukkan oleh Prob(F‑statistic) = 0,000198. Nilai R² sebesar 73,06% mengindikasikan bahwa 73,06% variasi PAD dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 26,94% variasi lainnya berasal dari faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian. Implikasi dari hasil ini adalah bahwa penguatan kebijakan pemungutan pajak daerah dan upaya meningkatkan investasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal dan kemandirian keuangan daerah di Sumatera Utara.
Pengaruh Pajak Kendaraan Bermotor Dan Investasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Menurut Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara Monika Caramoy Sitorus; Essi Laura Amanda; Ellyka EvitaSari Purba; Selpiana Selpiana; Khairunnisa br Marpaung; Ananda Sakinah; Muhammad Yusuf Harahap
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1867

Abstract

Studi ini menelaah kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor dan tingkat investasi terhadap besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten dan kota Provinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2009–2024. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan penerapan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan pengaruh antar variabel penelitian. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, publikasi pemerintah daerah, dan institusi terkait lainnya. Dalam kerangka analitis, PAD berfungsi sebagai variabel dependen, sementara Pajak Kendaraan Bermotor dan investasi dimasukkan sebagai variabel independen. Temuan empiris memperlihatkan bahwa investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD, dengan probabilitas 0,0020. Begitu pula, Pajak Kendaraan Bermotor menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap PAD dengan nilai signifikansi one‑tailed sebesar 0,0472. Ketika diuji secara bersama, kedua variabel bebas tersebut secara signifikan menjelaskan variasi PAD, yang ditunjukkan oleh Prob(F‑statistic) = 0,000198. Nilai R² sebesar 73,06% mengindikasikan bahwa 73,06% variasi PAD dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 26,94% variasi lainnya berasal dari faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian. Implikasi dari hasil ini adalah bahwa penguatan kebijakan pemungutan pajak daerah dan upaya meningkatkan investasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal dan kemandirian keuangan daerah di Sumatera Utara.