Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pajak Kendaraan Bermotor Dan Investasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Menurut Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara Monika Caramoy Sitorus; Essi Laura Amanda; Ellyka EvitaSari Purba; Selpiana Selpiana; Khairunnisa br Marpaung; Ananda Sakinah; Muhammad Yusuf Harahap
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1867

Abstract

Studi ini menelaah kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor dan tingkat investasi terhadap besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten dan kota Provinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2009–2024. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan penerapan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan pengaruh antar variabel penelitian. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, publikasi pemerintah daerah, dan institusi terkait lainnya. Dalam kerangka analitis, PAD berfungsi sebagai variabel dependen, sementara Pajak Kendaraan Bermotor dan investasi dimasukkan sebagai variabel independen. Temuan empiris memperlihatkan bahwa investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD, dengan probabilitas 0,0020. Begitu pula, Pajak Kendaraan Bermotor menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap PAD dengan nilai signifikansi one‑tailed sebesar 0,0472. Ketika diuji secara bersama, kedua variabel bebas tersebut secara signifikan menjelaskan variasi PAD, yang ditunjukkan oleh Prob(F‑statistic) = 0,000198. Nilai R² sebesar 73,06% mengindikasikan bahwa 73,06% variasi PAD dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 26,94% variasi lainnya berasal dari faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian. Implikasi dari hasil ini adalah bahwa penguatan kebijakan pemungutan pajak daerah dan upaya meningkatkan investasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal dan kemandirian keuangan daerah di Sumatera Utara.
Pengaruh Pajak Kendaraan Bermotor Dan Investasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Menurut Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara Monika Caramoy Sitorus; Essi Laura Amanda; Ellyka EvitaSari Purba; Selpiana Selpiana; Khairunnisa br Marpaung; Ananda Sakinah; Muhammad Yusuf Harahap
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1867

Abstract

Studi ini menelaah kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor dan tingkat investasi terhadap besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten dan kota Provinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2009–2024. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan penerapan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan pengaruh antar variabel penelitian. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, publikasi pemerintah daerah, dan institusi terkait lainnya. Dalam kerangka analitis, PAD berfungsi sebagai variabel dependen, sementara Pajak Kendaraan Bermotor dan investasi dimasukkan sebagai variabel independen. Temuan empiris memperlihatkan bahwa investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD, dengan probabilitas 0,0020. Begitu pula, Pajak Kendaraan Bermotor menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap PAD dengan nilai signifikansi one‑tailed sebesar 0,0472. Ketika diuji secara bersama, kedua variabel bebas tersebut secara signifikan menjelaskan variasi PAD, yang ditunjukkan oleh Prob(F‑statistic) = 0,000198. Nilai R² sebesar 73,06% mengindikasikan bahwa 73,06% variasi PAD dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 26,94% variasi lainnya berasal dari faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian. Implikasi dari hasil ini adalah bahwa penguatan kebijakan pemungutan pajak daerah dan upaya meningkatkan investasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal dan kemandirian keuangan daerah di Sumatera Utara.
Analisis Hubungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sumut: Studi Literatur Laurent Damai Yanti Silaban; Khairunnisa br Marpaung; Raymon Pernando Pasaribu; Yolanda Tampubolon; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah karena mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, dan kesejahteraan sosial. Dalam konteks pembangunan daerah, kondisi pasar tenaga kerja menjadi faktor yang berperan penting dalam mendorong maupun menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional, artikel ilmiah, buku referensi, serta hasil penelitian terdahulu yang membahas hubungan antara TPAK, TPT, dan pertumbuhan ekonomi. Data dan referensi penelitian diperoleh melalui Google Scholar serta berbagai portal jurnal nasional yang kredibel. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis temuan-temuan penelitian sebelumnya untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antarvariabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja memiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pasar kerja, semakin besar pula kontribusi tenaga kerja terhadap peningkatan produktivitas dan output daerah. Sebaliknya, Tingkat Pengangguran Terbuka memiliki hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi karena tingginya tingkat pengangguran mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia yang tersedia. Kondisi tersebut dapat mengurangi produktivitas serta menekan laju pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.