Ulan Susilawati
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketimpangan Akses Pendidikan Islam: Studi Kasus di Tambing Kekeq Aik Berik Ulan Susilawati; Fathurrahman Muhtar; Ismail
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2207

Abstract

This study aims to analyze the inequality in access to Islamic education in Tambing Kekeq Hamlet, Aik Berik Village, Central Lombok Regency, by examining the factors that influence this disparity and its implications for the sustainability of community education. Educational inequality in this context is understood as a structural phenomenon influenced by geographic conditions, economic conditions, educational infrastructure, and policies that are not fully responsive to remote areas. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews with five respondents consisting of parents, students, community leaders, teachers, and village officials. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results show that the inequality in access to Islamic education in the study area is caused by geographic isolation that hinders student mobility, limited teaching staff and educational facilities, and economic pressures of an agrarian community that often makes education a low priority. These conditions result in low educational participation, high absenteeism rates, and the emergence of a gap in religious literacy between central and peripheral areas. These findings confirm that educational inequality is multidimensional and interconnected, forming a cycle of educational injustice. The implications of this research point to the need for more affirmative and region-based education policies, including strengthening educational infrastructure, equitable distribution of teaching staff, and innovative educational services based on geographic accessibility. This approach is crucial for realizing a more inclusive and equitable distribution of Islamic education in remote areas.
Tujuan Pendidikan Islam Dalam Qs. Al-Baqarah Ayat 30 dan Qs. Al-Zariyat Ayat 56 Ulan Susilawati; Muh. Hirkan; Muhammad Fahrurrozi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4341

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber utama dalam konsep Pendidikan Islam yang mengatur tujuan, nilai, dan arah pembentukan manusia. Salah satu ayat yang menjadi landasan filosofis pendidikan Islam adalah QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makna ibadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 serta mengaitkannya dengan tujuan dasar pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta berbagai literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ibadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 memiliki makna yang luas dan menyeluruh, mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan. Pendidikan Islam tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ketuhanan, akhlak mulia, dan pengamalan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Adz-Dzariyat ayat 56 memberikan dasar filosofis bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang memiliki karakter ibadiyah, memahami fungsi penciptaannya, serta mampu mengintegrasikan nilai moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupannya.