Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Kompetensi Enumerator PNBP Pascaproduksi di PPS Nizam Zachman Anita Febrina Zendrato; Iin Solihin; Retno Muninggar
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i1.20422

Abstract

Implementasi kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pascaproduksi  di sektor perikanan menuntut ketersediaan data hasil tangkapan yang akurat dan andal. Ketersediaan data tersebut sangat bergantung pada kompetensi  enumerator  sebagai  pelaksana  pendataan  hasil  tangkapan  di  pelabuhan  perikanan.  Kesenjangan kompetensi yang masih terjadi berpotensi memengaruhi kualitas data yang dihasilkan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan kompetensi enumerator PNBP pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilaksanakan pada September–Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner berbasis skenario terhadap 43 enumerator yang didukung oleh observasi lapangan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan gap  analysis  untuk  membandingkan  kondisi  kompetensi  aktual  dengan  kompetensi  yang  diharapkan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi enumerator masih berada di bawah standar yang diharapkan, dengan kesenjangan terbesar pada dimensi pengetahuan (0,31), diikuti keterampilan (0,30), dan kesenjangan terkecil pada dimensi sikap (0,11). Kesenjangan tertinggi ditemukan pada aspek pemahaman regulasi dan keterampilan teknis pengoperasian jembatan timbang, sedangkan aspek komunikasi dan integritas menunjukkan kompetensi yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi enumerator masih didominasi oleh pengalaman praktis dan belum didukung oleh pemahaman konseptual serta keterampilan teknis yang memadai. Diperlukan penguatan kompetensi enumerator melalui pelatihan  teknis terkait regulasi PNBP pascaproduksi, prosedur penimbangan dan pencatatan hasil tangkapan, serta peningkatan kemampuan pengoperasian jembatan timbang dan sistem pendataan digital di pelabuhan perikanan. Title: Competency Gap Analysis of Post-Production PNBP Enumerators at Nizam Zachman OFP           The  implementation  of  post-production  Non-Tax  State  Revenue  (PNBP)  policy  in  the  fisheries  sector  requires  the availability of accurate and reliable catch data. The availability of such data is highly dependent on the competency of enumerators responsible for catch data collection at fishing ports. Existing competency gaps may potentially affect the quality of the data generated. This study aims to analyze the competency gap of post-production PNBP enumerators at Nizam Zachman Ocean Fishing Port. The study employed a quantitative approach using a survey method conducted from September to October 2025. Data were collected through interviews using a scenario-based assessment administered to 43 enumerators, supported by field observations. The analysis was conducted using a gap analysis approach to compare actual competency levels with expected competency standards. The results indicate that enumerator competencies remain below the expected standards, with the largest gap observed in the knowledge dimension (0.31), followed by skills (0.30), and the smallest gap in the attitude dimension (0.11). The highest gaps were identified in regulatory understanding and technical skills in operating the weighbridge systems, while communication and integrity demonstrated strong competency levels. These findings suggest that enumerator competencies are predominantly shaped by practical experience and are not yet supported by sufficient conceptual understanding and technical skills. Strengthening enumerator competencies is therefore required through technical training related to post-production PNBP regulations, catch weighing and recording procedures, as well as improving capabilities in operating weighbridges and digital fisheries data collection systems at fishing ports.
PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH DI PELABUHAN PERIKANAN: Circular Economy Approach as a Solution for Waste Management in Fishing Ports Retno Muninggar; Alisa Putri Gunawan; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v11i1.233

Abstract

Upaya penanganan sampah telah dilakukan oleh Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Jakarta, namun sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir sehingga belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Penelitian ini membahas penanganan sampah di pelabuhan perikanan melalui pendekatan ekonomi sirkular sebagai solusi alternatif. Pendekatan tersebut mengubah paradigma konvensional produksi-konsumsi-buang menjadi produksi-konsumsi-gunakan kembali. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis dan volume sampah yang dihasilkan, mengkaji potensi ekonomi sirkular dari sampah di pelabuhan, serta mensimulasikan nilai tambah produk hasil daur ulang. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan penentuan responden secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah di PPSNZ terdiri atas 23% sampah organik dan 77% sampah anorganik yang didominasi plastik. Sampah anorganik berpotensi diolah menjadi biji plastik, paving block, dan bahan konstruksi, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi tepung ikan, umpan, suplemen makanan, kosmetik, hingga farmasi. Simulasi menunjukkan pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dan berpotensi meningkatkan keuntungan industri daur ulang secara berkelanjutan.