Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Teaching Factory Kuliner Berbasis Bakery Kopi Lokal untuk Pemberdayaan Masyarakat di SMK Negeri Wonosalam: Penelitian Enik Indartik; Budiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Teaching Factory kuliner berbasis bakery kopi lokal sebagai model pembelajaran vokasi dan strategi pemberdayaan masyarakat di SMK Negeri Wonosalam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2026 di SMK Negeri Wonosalam, Kabupaten Jombang. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru produktif, peserta didik, mitra industri, petani kopi, dan pelaku usaha mikro yang terlibat dalam kegiatan Teaching Factory. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Teaching Factory berbasis bakery kopi lokal mampu mengintegrasikan pembelajaran dengan proses produksi nyata yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik terlibat secara aktif dalam perencanaan produksi, pengolahan bahan baku, pengendalian mutu, pengemasan, pemasaran, dan pelayanan konsumen sehingga kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta jiwa kewirausahaan berkembang secara positif. Pemanfaatan kopi lokal Wonosalam sebagai bahan baku utama juga mendorong pengembangan produk yang memiliki nilai tambah ekonomi dan memperkuat identitas daerah. Selain itu, keterlibatan petani kopi, pelaku UMKM, dan mitra industri membangun kemitraan yang produktif antara sekolah dan masyarakat sehingga Teaching Factory berkontribusi dalam penguatan pendidikan vokasi, pengembangan potensi lokal, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Integrasi Tata Kelola dan Budaya Sekolah dalam Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Holistik di SMK Negeri Wonosalam: Penelitian Enik Indartik; Fara Nisa; Saeful Fadilah; Siti Inganah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi tata kelola dan budaya sekolah dalam pembelajaran serta perannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMK Negeri Wonosalam pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi pembelajaran, analisis dokumen, dan pemanfaatan data Rapor Pendidikan, kemudian menganalisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tata kelola dan budaya sekolah terwujud secara sistematis pada tahap perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran. Guru memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan, melaksanakan pembelajaran yang dialogis dan berpusat pada peserta didik, serta mengembangkan evaluasi autentik yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Integrasi tersebut membentuk ekosistem pembelajaran yang kondusif, adaptif, dan bermakna melalui kepemimpinan yang kolaboratif, budaya sekolah yang positif, serta keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi didukung oleh kepemimpinan transformasional dan kolaborasi guru, serta memiliki peluang penguatan melalui peningkatan kompetensi dan pemanfaatan data secara berkelanjutan.
Desain Pembelajaran Kuliner Berbasis Industri (BREW WINDEN) dengan Model Hannafin & Peck Enik Indartik; Yuni Pantiwati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i1.8884

Abstract

Pendidikan vokasi berperan penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Namun, pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi keterbatasan dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan autentik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Hannafin dan Peck dalam pembelajaran kuliner berbasis kolaborasi industri serta menganalisis kontribusinya terhadap pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan refleksi tertulis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Hannafin dan Peck secara sistematis melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan implementasi pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan praktis, kreativitas, dan sikap kerja siswa. Kolaborasi antara sekolah dan industri menciptakan lingkungan belajar nyata yang mendorong keterlibatan aktif siswa melalui pengalaman kerja langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan pembelajaran mendalam dalam pendidikan vokasi melalui desain pembelajaran kolaboratif berbasis industri.