Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian pemberitaan mengenai isu politik di Indonesia pada akun Instagram @narasinewsroom selama periode Agustus–September 2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan penanganan rekomendasi. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap konten visual dan narasi teks dari 10 unggahan berita yang dipilih berdasarkan relevansi isu politik, meliputi kebijakan publik, penegakan hukum, hak asasi manusia, dan hubungan kekuasaan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @narasinewsroom membingkai isu politik sebagai persoalan praktik kekuasaan negara, perilaku elite politik, dan kebijakan publik. Pemberitaan menyoroti penegakan hukum represif, dugaan korupsi, serta pelanggaran etika oleh pejabat publik, dengan penilaian moral yang cenderung kritis terhadap praktik kekuasaan yang dinilai menyimpang dari prinsip keadilan dan demokrasi. Rekomendasi yang ditampilkan mendorong transparansi, akuntabilitas, dan reformasi kelembagaan. Penonjolan isu dominan terletak pada tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil, yang tercermin dari penggunaan diksi yang menempatkan masyarakat sebagai pihak terdampak. Hal ini menunjukkan kecenderungan framing yang berorientasi pada masyarakat, sehingga pemberitaan tampak kritis terhadap pemerintah. Namun kecenderungan tersebut tidak semata-mata menunjukkan keberpihakan, melainkan merupakan hasil dari proses seleksi dan penonjolan realitas dalam framing. Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai arena produksi makna politik dalam membentuk persepsi publik di era demokrasi digital.