Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOMUNIKASI STRATEGIS SEBAGAI UPAYA PENGABDIAN MASYARAKAT KELURAHAN MINTARAGEN KOTA TEGAL Inas Sany Muyassaroh; Sarwo Edy; Ike Desi Florina; Didi Permadi; Oemi Hartati; Diryo Suparto; Erny Rosyanti
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 17 (2023): Majalah Ilmiah Inspiratif Juli 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi strategis merupakan salah satu konsentrasi yang berada di Ilmu Komunikasi UPS. Pengabdian kali ini adalah bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa komunikasi strategis semester 5. Adanya kegiatan ini merupakan pegaplikasian dari pembelajaran yang telah dipelajari dari mata kuliah Digital Marketing dan Integreated Marketing Communication. Implementasi pembelajaran yang menjadi upaya pengabdian masyarakat Kelurahan Mintaragen bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Masyarakat Kelurahan Mintaragen yang lokasinya berdekatan dengan kampus UPS ini banyak memiliki mata pencaharian sebagai wirausaha. Usaha yang tergolong UMKM ini cukup beragam, mulai dari kuliner, nelayan, usaha sembako, laundry dan lainnya. Namun usaha yang dilakukan oleh masyarakat Mintaragen masih menggunakan cara konvensional. Untuk itu dalam pengabdian ini kami membuat kegiatan seminar yang dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Target yang dicapai dalam pengabdian ini (1) mahasiswa mengimplementasikan pembelajarannya melalui presentasi (2) mahasiswa mengimplementasikan pembelajarannya melalui bazar dan pameran produk (3) melatih masyarakat dalam komunikasi pemasaran online. Tahapan kegiatan yang dilakukan (1) persiapan (2) pendampingan mahasiswa (3)  seminar (4) presentasi mahasiswa ke masyarakat (5) bazar dan pameran produk. Kata Kunci : Digital Marketing, Integreated Marketing Communication, UMKM  Strategic communication is one of the concentrations in UPS Communication Studies. The service this time is a form of collaboration between lecturers and strategic communication students in semester 5. The existence of this activity is the application of the lessons that have been learned from Digital Marketing and Integrated Marketing Communication courses. Implementation of learning which is an effort of community service in Mintaragen Village aims to help the community in developing their business. The people of Mintaragen Village, which is located close to the UPS campus, have many livelihoods as entrepreneurs. Businesses that are classified as UMKM are quite diverse, ranging from culinary, fishing, basic food businesses, laundry and others. However, the efforts made by the Mintaragen community still use conventional methods. For this reason, in this service we make seminar activities that can help the community in developing their business. The targets achieved in this service are (1) students implement their learning through presentations (2) students implement their learning through bazaars and product exhibitions (3) train the public in online marketing communications. The stages of the activities carried out are (1) preparation (2) student assistance (3) seminars (4) student presentations to the community (5) bazaars and product exhibitions.Keywords: Digital Marketing, Integrated Marketing Communication, UMKM
Media Massa dan Kontruksi Realitas (Analisis Framing Terhadap Pemberitaan UU IKN pada Media Online Tempo.co dan mediaindonesia.com) Didi Permadi; Inas Sany Muyassaroh; Hartuti Purnaweni; Agus Setio Widodo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.7754

Abstract

Wacana Pemerintah Indonesia memindahkan Ibu Kota Negara masih menjadi perbincangan diberbagai kalangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana cara Media massa dalam hal ini adalah Tempo.co dan Mediaindonesia.com mengkonstruksi pemberitaan terkait Undang-undang Ibu Kota Negara. Penelitian ini menggunakan analisis framing yang dikemukakan oleh Zhongdang Pan dan Geralad M Kosickly. Cara teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan pemberitaan terkait UU IKN di media massa (Tempo.co dan Mediaindonesia.com). Tahapan berikutnya menganalisis berita tersebut dengan Teknik analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M Kosickly, di mana model analisis ini digunakan untuk mengetahui realitas yang dibentuk dibalik wacana atau framing dari media massa. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa media memiliki kebijakan redaksi masing-masing dalam hal pemberitaan yang mempengaruhi keberpihakan sebuah media sesuai dengan kepentingan media tersebut, hal ini menimbulkan konstruksi dan realitas yang berbeda dalam pemberitaan di media massa. Penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana media massa menggunakan framing (bingkai pemberitaan) dalam melaporkan isu-isu terkait UU IKN.
Hierarchy Of Effects : Peran Influencer Marketing dalam Memperkuat Brand Awareness dan Purchase pada UMKM Lokal Tegal Ike Desi Florina; Inas Sany Muyassaroh; Fika Febri Eristiani; Dini Septiana Candra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4529

Abstract

Penelitian ini membahas peran influencer marketing dalam memperkuat brand awareness dan mendorong repurchase konsumen pada UMKM lokal di Kota Tegal melalui model Hierarchy of Effects (HOE). Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana strategi influencer berpengaruh pada setiap tahapan HOE—mulai dari awareness, knowledge, liking, preference, conviction, hingga purchase/repurchase. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses pengaruh tersebut serta bagaimana strategi digital mampu menciptakan loyalitas konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi media sosial, dan dokumentasi. Informan terdiri dari lima pelaku UMKM, lima influencer lokal, dan lima puluh konsumen aktif. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh signifikan pada seluruh tahapan HOE. Konten yang autentik, komunikatif, dan sesuai dengan budaya lokal membangun kesadaran, pemahaman, dan kepercayaan konsumen, yang kemudian mendorong tindakan pembelian serta pembelian ulang. Simpulan dari penelitian ini adalah influencer marketing terbukti efektif tidak hanya untuk menciptakan brand awareness, tetapi juga dalam membangun loyalitas jangka panjang, sehingga menjadi strategi penting bagi UMKM dalam memperkuat daya saing di era pemasaran digital.
Pengaruh Penggunaan Game Online Mobile Legends terhadap Perubahan Perilaku Sosial Remaja di Kabupaten Tegal Deka Idhar Anugrah; Sarwo Edy; Inas Sany Muyassaroh
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3759

Abstract

This study is motivated by the growing popularity of Mobile Legends  among adolescents, which may influence their social behavior. The purpose of this study is to examine the effect of  online game usage on changes in adolescents’ social behavior in Lebeteng Village, Tarub District, Tegal Regency where phenomena such as juvenile delinquency and the misuse of social media have emerged in relation to the game. This research employed a descriptive quantitative approach using $S-$R. Data were collected through Likert scale questionnaires distributed to 232 adolescents and analyzed using simple linear regression. The normality test indicated that the data were normally distributed, meeting the assumptions for parametric analysis. The results indicate a significant effect of  usage on changes in adolescents’ social behavior, showing a strong and positive relationship. These findings suggest that higher intensity of online game usage is associated with greater changes in social behavior. The study concludes that  functions as a stimulus that directly shapes adolescents’ social behavior responses, highlighting the importance of managing online game usage to maintain healthy social interactions.Penelitian ini dilatarbelakangi dari tingginya minat remaja terhadap game online Mobile Legends yang diduga berdampak pada perilaku sosial mereka. Studi ini bertujuan menguji seberapa besar pengaruh penggunaan Mobile Legends terhadap perubahan perilaku sosial remaja di Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal yang memiliki fenomena kenakalan remaha dan penyalahgunaan media akibat dari Mobile Legends. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan landasan teori S R sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada 232 remaja, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga layak dianalisis secara parametrik. Temuan penelitian membuktikan adanya pengaruh signifikan antara intensitas bermain Mobile Legends dan perubahan perilaku sosial dengan hubungan yang kuat serta searah dengan nilai R Square sebesar 0.832 hal ini atau 83,2% perubahan sosial remaja dipengaruhi oleh Mobile Legends. Artinya, semakin sering remaja bermain, semakin besar kecenderungan perubahan perilaku sosial yang muncul. Penelitian ini menegaskan bahwa Mobile Legends berfungsi sebagai stimulus yang memicu respons perilaku sosial remaja, sehingga penggunaan game perlu dikendalikan agar tidak mengganggu interaksi sosial dalam kehidupan sehari hari. 
Analisis Framing Berita pada Akun Instagram @narasinewsroom Mengenai Isu Politik di Indonesia Denaya Attala Aulyzan; Diryo Suparto; Inas Sany Muyassaroh
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.30121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian pemberitaan mengenai isu politik di Indonesia pada akun Instagram @narasinewsroom selama periode Agustus–September 2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan penanganan rekomendasi. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap konten visual dan narasi teks dari 10 unggahan berita yang dipilih berdasarkan relevansi isu politik, meliputi kebijakan publik, penegakan hukum, hak asasi manusia, dan hubungan kekuasaan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @narasinewsroom membingkai isu politik sebagai persoalan praktik kekuasaan negara, perilaku elite politik, dan kebijakan publik. Pemberitaan menyoroti penegakan hukum represif, dugaan korupsi, serta pelanggaran etika oleh pejabat publik, dengan penilaian moral yang cenderung kritis terhadap praktik kekuasaan yang dinilai menyimpang dari prinsip keadilan dan demokrasi. Rekomendasi yang ditampilkan mendorong transparansi, akuntabilitas, dan reformasi kelembagaan. Penonjolan isu dominan terletak pada tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil, yang tercermin dari penggunaan diksi yang menempatkan masyarakat sebagai pihak terdampak. Hal ini menunjukkan kecenderungan framing yang berorientasi pada masyarakat, sehingga pemberitaan tampak kritis terhadap pemerintah. Namun kecenderungan tersebut tidak semata-mata menunjukkan keberpihakan, melainkan merupakan hasil dari proses seleksi dan penonjolan realitas dalam framing. Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai arena produksi makna politik dalam membentuk persepsi publik di era demokrasi digital.
Analisis Semiotika Representasi Budaya Adat Jawa dalam Serial Drama “Gadis Kretek” Ralfi Firmansyah; Didi Permadi; Inas Sany Muyassaroh
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5293

Abstract

Drama series as part of popular literary works not only function as a medium of entertainment, but also play an important role in representing the social and cultural realities of society. With the development of digital technology, drama series are now increasingly easily accessible through various streaming platforms, one of which is Netflix. Gadis Kretek, a series adapted from a novel by Ratih Kumala directed by Kamila Andini and Ifa Isfansyah, is a representative example in presenting Javanese traditional culture in a strong and complex way, especially in the socio-historical context of Indonesia in the 1960s. This study aims to analyze the representation of Javanese traditional culture in the Gadis Kretek series using Roland Barthes's semiotic approach. The research method used is descriptive qualitative with Barthes's two-stage semiotic analysis technique, which includes denotative, connotative, and mythical meanings. Primary data was obtained from several selected scenes in the Gadis Kretek series that contain Javanese cultural symbols, while secondary data was obtained through library research from scientific journals and supporting literature. The analysis process was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that Javanese cultural symbols such as kebaya, Sido Asih batik cloth, jasmine garlands, blangkon, and chignon are not only displayed as visual elements, but also contain ideological meanings that represent the values ​​of harmony, social hierarchy, spirituality, and the construction of gender roles in Javanese culture. Through semiotic reading, these symbols form a cultural myth that subtly reproduces traditional values ​​and patriarchal structures. Thus, Gadis Kretek not only presents visual entertainment, but also becomes a discursive space that reflects and constructs Javanese cultural identity in popular media.
Konstruksi Gaya Komunikasi Gen Alpha dalam Hiperrealitas TikTok di SMP Negeri 01 Tegal Dita Alena Sari; Didi Permadi; Inas Sany Muyassaroh
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.18361

Abstract

The rapid growth of TikTok has transformed adolescents' communication practices by creating a hyperreal digital environment that shapes language use, self-expression, and identity construction. While previous studies have primarily examined TikTok's influence on social interaction and digital behavior, limited attention has been given to how hyperreality constructs the communication styles of Generation Alpha within school settings. This study aims to analyze the construction of Generation Alpha's communication style in the context of TikTok hyperreality at SMP Negeri 01 Tegal by integrating Baudrillard's theory of hyperreality with Norton's communication style framework. A qualitative phenomenological approach was employed through observations, in-depth interviews, and documentation involving 15 students who actively use TikTok. The findings reveal that TikTok functions not only as a social media platform but also as a symbolic environment that reconstructs students' communication practices. Five dominant communication styles—dramatic, animated, open, friendly, and impression-leaving—emerged as manifestations of continuous exposure to TikTok's digital culture. The study further demonstrates that hyperreality encourages students to adopt viral expressions, digital symbols, and idealized online identities, resulting in more expressive yet less formal communication patterns and diminishing the intensity of face-to-face interactions. These findings extend the application of hyperreality theory to the context of adolescent digital communication and provide practical implications for strengthening digital literacy and communication ethics programs within schools.