Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI DIGITAL NAHDLATUL ULAMA: DARI MEDIA TRADISIONAL KE ERA DIGITAL Azza Emila; Cory Vidiati
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol 14 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v14i1.2945

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi keagamaan untuk meningkatkan efektivitas dakwah dan pengelolaan organisasi di era digital. Artikel ini mengkaji proses transformasi digital di Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia. Melalui metode penelitian literatur review, studi ini menelaah strategi pengembangan platform digital, digitalisasi tata kelola data, serta peningkatan literasi digital sebagai modal utama adaptasi organisasi. Hasil penelitian menyoroti berbagai langkah yang diambil NU berupa pengembangan website, aplikasi resmi, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan dakwah digital. Selain itu, digitalisasi administrasi melalui sistem informasi SISNU meningkatkan transparansi dan efisiensi organisasi. Artikel ini juga membahas dampak positif transformasi digital dalam memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan koordinasi program sosial, dan memperkuat pendidikan pesantren berbasis teknologi pembelajaran jarak jauh. Namun demikian, implementasi digitalisasi menghadapi hambatan berupa resistensi anggota kurang familiar teknologi, kesenjangan infrastruktur antar wilayah, serta tantangan terkait keamanan dan privasi data. Oleh karena itu, strategi mitigasi mulai dari pelatihan literasi digital hingga kebijakan tata kelola data berbasis prinsip syariah sangat krusial untuk keberlanjutan transformasi ini. Penelitian ini menilai transformasi digital NU sebagai bagian dari perkembangan organisasi yang adaptif dan relevan, sekaligus memberikan rekomendasi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur digital ke depan. Kata kunci: Transformasi digital, Nahdlatul Ulama, Dakwah digital, Literasi digital, Digitalisasi organisasi.
IMPLEMENTASI PEMASARAN DIGITAL PADA SEKTOR INDUSTRI HALAL DI INDONESIA Azza Emila; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1997

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi yang signifikan dalam lanskap ekonomi global, tidak terkecuali pada sektor industri halal di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat masif. Namun, seiring dengan diberlakukannya kewajiban sertifikasi halal oleh pemerintah, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek produksi, melainkan juga pada transparansi informasi dan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peluang, tantangan, serta integrasi regulasi dalam implementasi strategi pemasaran digital pada sektor industri halal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui metode narrative literature review. Data sekunder dikumpulkan secara sistematis dari berbagai artikel jurnal ilmiah bereputasi, laporan industri resmi, dan dokumen regulasi pemerintah dalam rentang tahun 2021 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemasaran digital, seperti social media marketing, influencer marketing, dan optimasi fitur halal di platform e-commerce, secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran halal (halal awareness) dan kepercayaan merek (brand trust) di kalangan konsumen modern. Meskipun demikian, literatur juga mengungkap adanya tantangan serius berupa kesenjangan literasi digital di kalangan pelaku UMKM serta maraknya fenomena halal-washing atau klaim kehalalan sepihak tanpa sertifikasi resmi pada konten promosi digital. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemasaran digital dalam ekosistem halal di Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara kreativitas konten, kepatuhan etika bisnis Islami, dan integrasi validitas data sertifikasi halal (BPJPH) pada media publikasi digital guna memberikan perlindungan dan rasa aman bagi konsumen.