Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Peceraian di Pengadilan Agama Teluk Kuantan: Penelitian Rismahayani; Afrinald Rizhan; Aprinelita; Rahilla Agmarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Teluk Kuantan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, serta merekonstruksi model mediasi yang lebih efektif berdasarkan teori efektivitas hukum dan prinsip ishlah dalam hukum Islam. Penelitian menggunakan metode hukum normatif-sosiologis (socio-legal research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan konstruktif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim mediator, panitera, para pihak yang menjalani mediasi, serta akademisi hukum keluarga Islam, didukung observasi lapangan dan studi dokumentasi terhadap regulasi, putusan pengadilan, serta data statistik perkara perceraian. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan lima faktor efektivitas hukum menurut Soerjono Soekanto, yaitu substansi hukum, aparat penegak hukum, sarana dan prasarana, masyarakat, dan budaya hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi telah dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, namun tingkat keberhasilannya masih relatif rendah karena dipengaruhi oleh konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama, rendahnya keinginan para pihak untuk berdamai, faktor psikologis dan ego para pihak, kesulitan penentuan nafkah, serta tingginya jumlah perkara perceraian. Penelitian ini merekonstruksi model mediasi integratif (normatif, sosiologis, dan ishlah) demi penyelesaian perceraian yang damai dan adil.
Tinjauan Yuridis Faktor Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Gugatan Pada Perkara Cerai Gugat Tahun 2024 Di Pengadilan Agama Teluk Kuantan: Penelitian Aprinelita; Afrinald Rizhan; Muhammad Iqbal; Rismahayani; Ita Iryanti; Shilvirichiyanti; Adilla Sandia Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4835

Abstract

Marriage is an important event in human life because marriage concerns the personal affairs of the bride and groom but also concerns family and community affairs in fulfilling their life needs. In marriage or household, sometimes there are disputes between husband and wife that can lead to a desire for divorce, the cause of disputes can be caused by several factors such as economic, infidelity, domestic violence and others. To resolve marital problems, the State provides a means or place to resolve them, in this case regarding the resolution of problems related to marriage, it is done in court, especially for those who are Muslim, it is done in a religious court. One of the factors that causes problems in marriage is domestic violence (KDRT). If the wife experiences domestic violence, the wife can file for divorce in the religious court. When filing a lawsuit for divorce, a lawsuit for divorce is filed by submitting a lawsuit in the religious court by including a lawsuit containing domestic violence in the divorce lawsuit in the Posita and Petitum. Contested divorce is one of the legal cases in religious courts, where in the case of marriage, contested divorce is a case filed by the wife to sue her husband for divorce based on various factors that the wife has experienced in her home.