Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN HUKUM PERLINDUNGAN ANAK DALAM HUKUM PIDANA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 TELUK KUANTAN Muhammad Iqbal; Aprinelita Aprinelita; Afrinald Rizhan; Ita Iryanti; shilvirichiyanti shilvirichiyanti; Rismahayani Rismahayani; Adilla Sandia Fitri; wahyudi Akbar
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4359

Abstract

Perlindungan anak adalah segala usaha yang dilakukan untuk menciptkan kondisi agar setiap anak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya demi perkembangan dan pertumbuhan anak secara wajar baik fisik, mental dan social. Untuk dapat melindungi anak dari perbuatan-perbuatan negative atau yang bertentangan dengan norma, adat dan kebiasaan di Indonesia, maka di terbitkan lah peraturan/ hukum, khususnya dalam hukum pidana. Diantara nya perturan tersebut adalah Undang-undang nomor 11 tahun 2021 tentang sistem peradilan pidana anak dan undang-undang nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sebelum melakukan penegabdian, Tim melakukan berbabagai tahapan untuk terlakasanya kegiatan pengadian dengan baik, tahapan nya antara lain : Tahap Persiapan, Tahap Penjajakan , Tahap Persiapan Materi, Tahap Pelaksanaan Seminar, Pada pelaksanaan seminar atau pengadian, maka tim pengadian melakukan dengan menerapakan metode pemaparan materi / ceramah oleh narasumber, sebagai berikut : Peserta diberi materi mengenai perlindungan anak dalam hukum pidana, motivasi tentang pentingnya Pengetahuan tentang perlindungan anak dan sesi tanya jawab, Narasumber memberikan jawaban, pada sesi ini tinggi minat dan antusias siswa/I dalam bertanya berkaitan dengan pelindungan hukum terhadap anak, Diantara pertanya di ajukan antara lain bagaimana jika melihat kejadian atau peristiwa pembullyan yang dilakukan oleh anak terhadap anak, serta bagaiaman pembuktian terhadap penganiayaan terhadap anak balita yang berumur kurang dari satu tahun . serta pertanyaan lain.
Tinjauan Yuridis Faktor Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Gugatan Pada Perkara Cerai Gugat Tahun 2024 Di Pengadilan Agama Teluk Kuantan: Penelitian Aprinelita; Afrinald Rizhan; Muhammad Iqbal; Rismahayani; Ita Iryanti; Shilvirichiyanti; Adilla Sandia Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4835

Abstract

Marriage is an important event in human life because marriage concerns the personal affairs of the bride and groom but also concerns family and community affairs in fulfilling their life needs. In marriage or household, sometimes there are disputes between husband and wife that can lead to a desire for divorce, the cause of disputes can be caused by several factors such as economic, infidelity, domestic violence and others. To resolve marital problems, the State provides a means or place to resolve them, in this case regarding the resolution of problems related to marriage, it is done in court, especially for those who are Muslim, it is done in a religious court. One of the factors that causes problems in marriage is domestic violence (KDRT). If the wife experiences domestic violence, the wife can file for divorce in the religious court. When filing a lawsuit for divorce, a lawsuit for divorce is filed by submitting a lawsuit in the religious court by including a lawsuit containing domestic violence in the divorce lawsuit in the Posita and Petitum. Contested divorce is one of the legal cases in religious courts, where in the case of marriage, contested divorce is a case filed by the wife to sue her husband for divorce based on various factors that the wife has experienced in her home.