Kondisi lingkungan sekolah yang kurang optimal akibat adanya lahan kosong yang tidak termanfaatkan dapat berdampak pada penurunan kualitas estetika, kenyamanan belajar, serta fungsi ekologis kawasan pendidikan. SMAN 1 Abung Timur masih memiliki area lahan kosong yang belum dikelola secara produktif sehingga berpotensi menjadi area gersang dan kurang mendukung aktivitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis edukasi lingkungan yang mampu mendukung fungsi ekologis dan pembelajaran kontekstual di sekolah. Metode yang digunakan adalah praktik langsung melalui pendekatan action learning dan bakti sosial yang meliputi tahapan observasi, perencanaan tata ruang, pengolahan lahan, penanaman bibit, serta pendampingan pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, pada periode April hingga Mei 2026 dengan melibatkan mahasiswa, pihak sekolah, dan siswa secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan seluas kurang lebih 50 m² berhasil ditransformasi menjadi area hijau yang tertata melalui penanaman empat jenis pohon buah, yaitu mangga, alpukat, kelengkeng, dan jambu. Keterlibatan aktif siswa dalam proses penanaman meningkatkan partisipasi, kepedulian, dan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekolah. Selain itu, pemasangan label tanaman yang memuat nama lokal dan ilmiah berkontribusi dalam penguatan literasi biologi melalui pembelajaran kontekstual di luar kelas. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan siswa mampu menghasilkan perubahan fisik lingkungan sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan serta mendukung konsep sekolah hijau yang berkelanjutan.