UD. Baim Florist merupakan usaha penjualan bunga artificial di Pusat Pasar Lantai 1, Kota Medan, yang telah beroperasi selama kurang lebih dua puluh tahun namun belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pelanggan, pemahaman service excellence dan customer experience yang masih terbatas, penanganan keluhan pelanggan yang belum terstruktur, serta pemanfaatan WhatsApp Business yang belum optimal. Kegiatan Pengabdian Mandiri Kepada Masyarakat (PMKM) ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan pada mitra melalui empat kegiatan inti, yaitu pelatihan service excellence dan customer experience, penyusunan SOP Pelayanan Pelanggan secara partisipatif, pendampingan complaint handling, dan implementasi WhatsApp Business. Metode yang digunakan adalah participatory action, dengan tahapan observasi dan wawancara, persiapan, pelaksanaan inti, pendampingan, partisipasi mitra, serta evaluasi menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan pada sepuluh aspek pelayanan dan digitalisasi mitra, antara lain tersedianya SOP Pelayanan Pelanggan, penanganan keluhan yang mengacu pada tahapan complaint handling, migrasi dari WhatsApp reguler ke WhatsApp Business, serta aktifnya fitur katalog produk, greeting message, away message, dan quick reply. Partisipasi aktif mitra sepanjang kegiatan menjadi faktor pendukung utama keberhasilan penerapan solusi tersebut. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi penguatan kapasitas non-teknis, instrumen kerja tertulis, dan teknologi sederhana dapat memperbaiki kualitas pelayanan pelanggan UMKM berskala mikro secara menyeluruh tanpa memerlukan investasi besar.