Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bioeconomic Analysis of Pelagic Fish Resources in Bangka Waters Landed at PPN Sungailiat Monischa Br Sebayang; Ni luh Eta Yuspita; Valentin Vina Ratnapuri; Misri Yandi; Wika Noventa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.32960

Abstract

Bangka Belitung Islands are an archipelago with a water area (65,301 km²) four times larger than its land area. This area has fishery resources that have great potential to support the economy, This study aims to analyze the bioeconomics of pelagic fish resources in Bangka waters landed at Sungailiat Nusantara Fishing Port using a surplus production approach. The research was conducted in January 2025 at PPN Sungailiat, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands. Data were collected using descriptive methods and analyzed using the Schaefer surplus production model from January to March 2025. The results showed that the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 6005.948 tons/year. From 2019 to 2024, catch production remained below the MSY, indicating potential for optimization. The optimum fishing effort was 5914 trips/year, with 2019–2021 exceeding this level, while 2022–2024 remained below it. These findings suggest that pelagic fisheries management can still be improved by emphasizing sustainability and economic efficiency. It is recommended that resource management policies target fishing efforts approaching the Maximum Economic Yield (MEY) to achieve a balance between catch quantity and economic profit. 
Pelatihan Pemeliharaan Mesin Kapal dan Teknologi Penangkapan untuk Meningkatkan Kemandirian Nelayan di Sungailiat Valentin Vina Ratnapuri; Misri Yandi; Monischa Br Sebayang; Ni Luh Eta Yuspita; Dewi Tumatul Ainin; Ali Rizki Maulana; Muhammad Fathur Rozaki; Nita Anggi Felisha; Heppy Clarisa Sinaga
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/bg46kw25

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar di sektor kelautan, dengan nelayan skala kecil sebagai aktor penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Namun, nelayan di pesisir Sungailiat, Bangka, masih menghadapi keterbatasan teknis, terutama dalam pemeliharaan mesin kapal dan penentuan lokasi penangkapan yang efisien. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis nelayan melalui pelatihan pemeliharaan mesin kapal dan pemanfaatan teknologi navigasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan 51 nelayan, melalui praktik langsung, diskusi interaktif, dan demonstrasi teknis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana nilai rata-rata pre-test sebesar 58.6 meningkat menjadi 88.4 pada post-test (kenaikan 29,8 poin; N-gain = 0,72 kategori tinggi). Sebanyak 84.31% peserta mengalami peningkatan skor ≥60%, serta 78% peserta mampu melakukan perawatan dasar mesin secara mandiri setelah pelatihan. Selain itu, pemahaman penggunaan GPS meningkat dari 21% menjadi 65%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis nelayan dan berimplikasi pada efisiensi operasional serta penguatan kemandirian. Program ini berpotensi direplikasi dengan dukungan pendampingan berkelanjutan dan akses teknologi yang lebih terjangkau.
IMPLEMENTASI SISTEM IOT DALAM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN SUHU SERTA SALINITAS AIR TAMBAK UDANG Aan Febriansyah; Jessy Wijaya; Indah Fahrani; Monischa Br Sebayang
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17 No 2 (2026): Technologia (April)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v17i2.22123

Abstract

Budidaya udang vaname merupakan salah satu sektor andalan perikanan Indonesia yang sangat bergantung pada kualitas air tambak. Untuk menjawab tantangan dalam pemantauan kualitas air secara manual yang kurang efisien, dikembangkan sebuah sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memantau dan mengontrol parameter suhu, pH, dan salinitas secara otomatis dan real-time. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor suhu DS18B20, sensor pH SEN0161, dan sensor konduktivitas sebagai pengukur salinitas. Data dari sensor dikirim ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui aplikasi Android yang dibangun menggunakan MIT App Inventor, serta divisualisasikan juga melalui LED Matrix P10. Sistem ini memiliki dua mode kontrol, yaitu otomatis dan manual, untuk mengatur suhu dan salinitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, dengan rata-rata error sensor suhu sebesar 0,09%, sensor pH sebesar 0,53%, dan sensor salinitas sebesar 6,48%. Dengan sistem ini, petambak dapat memantau kualitas air dari jarak jauh dan mengambil tindakan cepat saat terjadi perubahan parameter air. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberhasilan budidaya udang di Indonesia.