Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Daily Quality Assurance (QA) / Quality Control (QC) pada Pesawat Linac di Unit Onkologi Radiasi RSUD Bali Mandara Anak Agung Ngurah Gede Kusuma Yoga; Kadek Yuda Astina; I Wayan Juliasa
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.27443

Abstract

This study focuses on evaluating the Daily Quality Assurance (QA) and Quality Control (QC) of the Linear Accelerator (Linac) machine at the Radiation Oncology Unit of Bali Mandara General Hospital (RSUD Bali Mandara). With the growing complexity of radiotherapy technology, ensuring the accuracy and consistency of radiation doses delivered during treatment is crucial for patient safety and effective cancer treatment. This study aims to evaluate the performance of the Linac Varian CX through a series of Daily checks, including output constancy, laser calibration, Optical Distance Indicator (ODI), and safety interlock systems. The results showed that the output constancy had a maximum error of ±2.5%, laser calibration deviation was within 1-2 mm, and the ODI error was within 1-2 mm, all within the tolerance limits set by the AAPM TG-40 standards. Additionally, the safety interlock and audiovisual systems were fully functional, ensuring that all safety protocols were adhered to. These findings demonstrate that the Daily QA/QC procedures implemented at RSUD Bali Mandara effectively maintain the Linac's performance within the established tolerance limits, ensuring the safety and effectiveness of radiation therapy provided to patients. This study underscores the importance of stringent QA/QC practices in radiotherapy and provides insights for potential improvements in clinical practice.
Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: Procedure for Orbital CT Scan with Contrast in Proptosis Cases at the Radiology Installation of the Provincial Hospital of West Nusa Tenggara I Nengah Wirajaya Pradana; Kadek Yuda Astina; Kadek Sukadana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8045

Abstract

Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.
Teknik Pemeriksaan CT Angiography Run Off pada Kasus Diabet Foot dengan Teknik Monofase Injeksi di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: CT Angiography Run Off Examination Tehnique for Diabetic Cases Using Monophasic Injection at the Radiology Department of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province Isnaini Saliswati; Kadek Yuda Astina; Kadek Sukadana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8136

Abstract

Diabetic foot adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang dapat menyebabkan oklusi vaskular dan memerlukan pencitraan yang tepat untuk manajemen yang efektif. CT Angiography Run Off (CTA Run Off) merupakan teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk menilai kondisi vaskular pada pasien dengan diabetic foot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik injeksi monofase pada pemeriksaan CTA Run Off di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan fokus pada efisiensi prosedur dan akurasi diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2024 melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga radiografer, tiga dokter radiologi, dan satu dokter pengirim pasien. Teknik injeksi monofase diterapkan pada pemeriksaan CTA Run Off menggunakan MSCT Philips 128 slice dengan parameter yang telah distandardisasi, termasuk tegangan tabung 120 kV, flowrate 4 ml/s, dan volume media kontras 120 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik injeksi monofase memberikan visualisasi yang jelas dan lengkap dari struktur vaskular mulai dari pelvis hingga ekstremitas distal. Temuan utama meliputi deteksi aterosklerosis, trombosis arteri, dan stenosis multipel, yang konsisten dengan komplikasi vaskular pada diabetic foot. Teknik ini terbukti efektif dalam mengurangi kompleksitas prosedur dan durasi waktu pemeriksaan, serta mempertahankan akurasi diagnostik yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teknik injeksi monofase pada CTA Run Off merupakan pendekatan yang efisien dan efektif untuk evaluasi diabetic foot di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengaturan multisenter diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi teknik ini di berbagai setting klinis.
Optimalisasi Kualitas Citra MSCT Stonografi pada Kasus Urolithiasis Menggunakan Variasi Rekonstruksi Algoritma ASIR: Stonographic MSCT Image Quality Optimization in Urolithiasis Cases Using Various Reconstruction Algorithms ASIR Ni Putu Rika Widhyasari; Kadek Yuda Astina; Made Purwa Darmita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8192

Abstract

Urolithiasis merupakan kondisi urologi yang sering terjadi, dengan MSCT Stonografi sebagai modalitas diagnostik utama. Namun, tantangan utama dalam pemeriksaan ini adalah menjaga kualitas citra yang optimal dengan dosis radiasi serendah mungkin. Algoritma Adaptive Statistical Iterative Reconstruction (ASIR) digunakan untuk mengurangi noise pada citra tanpa meningkatkan dosis radiasi, namun pengaruh variasi ASIR terhadap kualitas citra pada kasus Urolithiasis masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ASIR (10%, 50%, dan 100%) terhadap kualitas citra yang diukur melalui Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contrast to Noise Ratio (CNR) pada MSCT Stonografi kasus Urolithiasis. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan 10 sampel pasien yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Klungkung. Data dianalisis menggunakan RadiAnt DICOM untuk menghitung SNR dan CNR, diikuti dengan uji statistik Friedman untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara variasi ASIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi ASIR 10%, 50%, dan 100% terhadap kualitas citra, baik dalam hal SNR (p-value = 0.288) maupun CNR (p-value = 0.148). Namun, secara deskriptif, ASIR 100% menghasilkan nilai rata-rata SNR dan CNR yang lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya. Kesimpulannya, variasi algoritma ASIR tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas citra dalam pemeriksaan MSCT Stonografi, namun ASIR 100% memberikan kualitas citra yang lebih baik secara deskriptif. Penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi terhadap dosis radiasi yang diterima pasien direkomendasikan.
Optimalisasi Time Inversion Terhadap Signal to Noise Rasio (SNR) pada Lumbal Kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP): Optimizing Time Inversion on Signal to Noise Ratio (SNR) in Lumbar Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Cases Jane Dwi Aura; Kadek Yuda Astina; Ni Luh Putu Sari Widari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8235

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat diagnostik utama dalam menangani kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) karena kemampuannya dalam visualisasi struktur tulang belakang dan jaringan lunak. Salah satu parameter penting dalam pencitraan MRI adalah Time Inversion (TI), yang berpengaruh terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) dan kualitas gambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai TI (120 ms, 140 ms, dan 160 ms) terhadap SNR pada pemeriksaan MRI lumbal kasus HNP. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tentara Tingkat II Kartika Husada Pontianak dengan 15 pasien sebagai sampel menggunakan sekuen T2 Short Tau Inversion Recovery (STIR) pada potongan sagital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TI 120 ms memberikan hasil optimal untuk SNR pada tiga area yang diukur: spinal chord, discuss, dan corpus. Nilai SNR tertinggi ditemukan pada TI 120 ms untuk ketiga area tersebut. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan pada corpus (p < 0.05), sedangkan spinal chord dan discuss tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0.05). Berdasarkan hasil ini, TI 120 ms direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk meningkatkan kualitas citra MRI pada kasus HNP. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan prosedur diagnostik MRI HNP di fasilitas kesehatan yang relevan.
Variasi Slice Thickness dan Rekonstruks Increment Terhadap Informasi Citra Anatomi Pemeriksaa MSCT Stonografi pada Kasus Nephrolithiasis: Slice Thickness Variation and Increment Recnonstruction on Anatomic Image Information of MSCT Stonography Examination in Nephrolithiasis Cases Augusta da Costa; Kadek Yuda Astina; I Made Purwa Darmita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8249

Abstract

Nephrolithiasis, atau batu ginjal, merupakan salah satu gangguan urologi yang umum dan membutuhkan diagnosis yang akurat. Multislice Computed Tomography (MSCT) Stonografi menjadi modalitas utama untuk mendeteksi batu ginjal. Kualitas citra anatomi yang dihasilkan MSCT sangat dipengaruhi oleh variasi slice thickness dan rekonstruksi increment, yang berperan penting dalam diagnosis klinis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi slice thickness dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi pada kasus nephrolithiasis. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain one-shot case study. Sebanyak 10 pasien yang didiagnosis nephrolithiasis menjalani pemeriksaan MSCT stonografi dengan variasi slice thickness (1mm, 4mm, 5mm, dan 10mm) serta rekonstruksi increment (0,3mm, 1,6mm, 2,5mm, dan 3mm). Evaluasi informasi citra anatomi dinilai oleh dua radiolog menggunakan kuisioner yang mencakup enam kriteria anatomi: renal hilux, left ureter, perirenal fat, renal pelvis, calix, dan Gerota’s fascia. Analisis statistik dilakukan menggunakan Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara variasi slice thickness dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi P value 0.000 (p<0.05). Kombinasi slice thickness 1 mm dan rekonstruksi increment 0,3mm menghasilkan informasi citra anatomi yang paling optimal dengan mean rank tertinggi (4.00). Slice thickness 10mm dan rekonstruksi increment 3mm menghasilkan informasi citra anatomi terendah dengan mean rank terendah (1.00). Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan pada setiap anatomi dengan p value 0.000. Kesimpulan Variasi slice thickness dan rekonstruksi increment berpengaruh signifikan terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi. Kombinasi slice thickness 1 mm dan rekonstruksi increment 0,3mm direkomendasikan untuk menghasilkan informasi citra yang optimal dalam diagnosis nephrolithiasis.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot: Evaluation of Effective Dose Value in Head CT Scan at the Radiology Installation of RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Mustaqeim Billah; Kadek Yuda Astina; Made Purwa Darmita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8277

Abstract

CT-scan telah menjadi alat diagnostik yang semakin populer di kalangan dokter untuk memvisualisasikan struktur anatomi secara rinci. Namun, karena CT-scan menggunakan berkas sinar-x pengion sebagai sumber radiasinya, penting untuk memantau dan mengoptimalkan dosis radiasi yang diterima pasien untuk meminimalkan risiko kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot untuk mengevaluasi dosis efektif yang diterima oleh pasien selama pemeriksaan MSCT kepala tanpa kontras. Kami mengumpulkan data dari 30 pasien yang menjalani pemeriksaan dengan menggunakan CT-scan Canon Toshiba 16-Slice. Dosis efektif setiap pasien dihitung menggunakan CT Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP), yang kemudian dibandingkan dengan standar Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN.Hasil penelitian ini menunjukkan dosis efektif pada tahun dosis efektif adalah 2.13-3,13 mSv,dan terdapat sejumlah kecil kasus di mana dosis yang diterima mendekati atau sedikit melebihi batas IDRL, menunjukkan perlunya penyempurnaan protokol. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan dosis secara terus-menerus dan penyesuaian protokol untuk memastikan keselamatan pasien selama pemeriksaan MSCT kepala.
Peran CT Dual Energy pada Pemeriksaan KNEE Joint Kasus Gout di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung: The Role of Dual-Energy Knee Joint Examination for Gout Cases at Santo Borromeus Hospital Bandung Sri Wahyuni Barus; Kadek Yuda Astina; I Made Purwa Darmita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8307

Abstract

Latar Belakang: Gout adalah kondisi inflamasi kronis yang ditandai dengan deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, terutama pada lutut, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Dual-Energy CT (DECT) adalah teknik pencitraan non-invasif yang mampu mendeteksi kristal MSU dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, terutama dalam diagnosis dini dan diferensiasi dari patologi sendi lainnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di Istalasi Radiologi Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Fokus penelitian adalah pada pemeriksaan DECT sendi lutut pada pasien gout. Hasil: DECT pada lutut kanan menunjukkan beberapa deposit kecil kristal MSU pada struktur penting seperti tendon dan kartilago subchondral, tanpa kelainan tulang yang signifikan. DECT secara efektif membedakan deposit urat dari kalsium, mendukung penggunaannya dalam diagnosis dan manajemen gout. Kesimpulan: DECT adalah alat penting dalam mendiagnosis gout pada sendi besar seperti lutut, menawarkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan modalitas pencitraan konvensional. Kemampuan DECT untuk memvisualisasikan dan mengkuantifikasi deposit MSU secara non-invasif memungkinkan intervensi terapeutik yang tepat waktu, sehingga meningkatkan hasil pasien.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB: Evaluation of Effective Dose Value on CT Scan Examination of the Head in the Radiology Installation of the NTB Province Regional General Hospital Rahmat Solichin; Kadek Yuda Astina; Cokorda Istri Ariwidyastuti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11946

Abstract

Pemeriksaan CT Scan, pasien menerima dosis radiasi selama proses pemindaian. Untuk memastikan dosis yang diterima pasien berada dalam standar optimal, maka digunakan suatu indeks optimisasi yang dikenal sebagai Diagnostic Reference Level (DRL). Dengan DRL, rumah sakit dapat memastikan bahwa dengan evaluasi nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala memberikan manfaat strategis bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Kepala tanpa kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAPETEN dan International Commission on Radiological Protection (ICRP). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan teknik pengumpulan data observasional dengan meninjau laporan dosis pada konsol komputer pesawat CT scan Phillips 128-slice. Periode pengumpulan dan pengambilan data penelitian ini adalah dari bulan April 2024 sampai dengan juni 2024. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB. kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil pengukuran nilai dosis efektif pada pasien yang menjalani pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB semakin bertambahnya panjang scan dan semakin besar ketebalan objek maka semakin besar radiasi yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut. Perbedaan besaran dosis yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut yaitu klinis dan batas penyinaran pada masing-masing pasien tersebut. Penerimaan besaran nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras masih dalam batasan normal. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dosis efektif yang diterima oleh pasien di Instalasi Radiologi Radiologi RSUD Provinsi NTB pada pemeriksaan CT-Scan bagian kepala Non Kontras sebesar 2,33 msv.