p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Radiografer di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada: Workload Analysis of Radiographers in the Radiology Department of Magusada Regional Hospital Ni Komang Triana Ardianingsih; Kadek Sukadana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7780

Abstract

Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan. Perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan menggunakan metode Work Indicator Staff Need (WISN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey, yaitu penulis melakukan perhitungan beban kerja berdasarkan Kemenkes No. 81 tahun 2004. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran beban kerja radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Dan untuk mengetahui kebutuhan tenaga radiografer berdasarkan perhitungan beban kerja di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa standar beban kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 110 pemeriksaan/hari dan jumlah waktu kerja 79.560 Menit/Tahun, unit atau kategori SDM yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada sebanyak 18 orang. Dengan standar kelonggaran dalam 1 tahun adalah 0,16. Dari variable tersebut diperoleh hasil akhir kebutuhan tenaga kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 5 orang. Berdasarkan perhitungan beban kerja yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Mangusada dapat disimpulkan gambaran beban kerja cukup tinggi didapatkan kekurangan tenaga kerja sebanyak 27% dari tenaga yang sudah ada yaitu 18 orang.
Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: Procedure for Orbital CT Scan with Contrast in Proptosis Cases at the Radiology Installation of the Provincial Hospital of West Nusa Tenggara I Nengah Wirajaya Pradana; Kadek Yuda Astina; Kadek Sukadana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8045

Abstract

Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.
Teknik Pemeriksaan CT Angiography Run Off pada Kasus Diabet Foot dengan Teknik Monofase Injeksi di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: CT Angiography Run Off Examination Tehnique for Diabetic Cases Using Monophasic Injection at the Radiology Department of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province Isnaini Saliswati; Kadek Yuda Astina; Kadek Sukadana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8136

Abstract

Diabetic foot adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang dapat menyebabkan oklusi vaskular dan memerlukan pencitraan yang tepat untuk manajemen yang efektif. CT Angiography Run Off (CTA Run Off) merupakan teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk menilai kondisi vaskular pada pasien dengan diabetic foot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik injeksi monofase pada pemeriksaan CTA Run Off di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan fokus pada efisiensi prosedur dan akurasi diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2024 melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga radiografer, tiga dokter radiologi, dan satu dokter pengirim pasien. Teknik injeksi monofase diterapkan pada pemeriksaan CTA Run Off menggunakan MSCT Philips 128 slice dengan parameter yang telah distandardisasi, termasuk tegangan tabung 120 kV, flowrate 4 ml/s, dan volume media kontras 120 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik injeksi monofase memberikan visualisasi yang jelas dan lengkap dari struktur vaskular mulai dari pelvis hingga ekstremitas distal. Temuan utama meliputi deteksi aterosklerosis, trombosis arteri, dan stenosis multipel, yang konsisten dengan komplikasi vaskular pada diabetic foot. Teknik ini terbukti efektif dalam mengurangi kompleksitas prosedur dan durasi waktu pemeriksaan, serta mempertahankan akurasi diagnostik yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teknik injeksi monofase pada CTA Run Off merupakan pendekatan yang efisien dan efektif untuk evaluasi diabetic foot di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengaturan multisenter diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi teknik ini di berbagai setting klinis.
Analisis Pemeriksaan CT Scan rologi dengan Teknik Low Contrast Klinis Urolithiasis di Bagian RIR Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung: Analysis of Urological CT Scan Examination Using Low Contrast Teqnique for Urolithiasis Cases at Santo Borromeus Hospital, Bandung Maria Mardiana Ruto; I Made Lana Prasetya; Kadek Sukadana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12000

Abstract

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi ekskresi, termasuk mengatasi masalah seperti batu saluran kemih yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Urolithiasis di saluran kemih, lebih sering terjadi pada pria dan dapat ditemukan di seluruh bagian saluran kemih, terutama di pelvis ginjal. CT Scan Urologi menggunakan kontras untuk meningkatkan kualitas gambar dan mengurangi artefak. Penggunaan teknik Low Contras pada CT Scan Urologi memberikan hasil yang setara dengan kontras standar, mengurangi dosis radiasi, serta biaya dan risiko serangan jantung. CT Scan Urologi dengan persiapan pasien, alat dan bahan, posisi pasien dan protokol pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan 5 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan Urologi dengan Teknik Low Contrast dan kelebihan dan kekurangan pada pemeriksaan CT Scan Urologi dengan teknik Low Contrast pada klinis Urolithiasis. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan teori dilakukan dengan 4 fase yaitu fase non kontras, fase Corticomedullary, fase nefrografik (Nephrographic) dan fase ekskresi (Excretory)(8-12 menit), sedangkan dilapangan dilakukan dengan 4 fase yaitu fase pre kontras, arterio portal, Nefrography dan Delay (20 Menit). Pemeriksaan CT scan urologi menggunakan low contrast 50 cc dapat mengevaluasi seluruh orga urologi serta organ intraabdomen lainnya.