Mhd Akmal Fauzan
Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Diskusi Kelompok dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa: Studi Pustaka Naufal Fajri Rangga; Ikhsan Maulana; Agus Setioso; Mhd Akmal Fauzan
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8599

Abstract

Pendidikan berfungsi secara signifikan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam membangun daya pikir kreatif di kalangan siswa. Namun, di tingkat sekolah dasar, cara pengajaran yang diterapkan masih lebih bersifat teacher-centered, yang mengurangi partisipasi aktif siswa dan menghalangi pertumbuhan kreativitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara rinci seberapa efektif metode diskusi kelompok dalam mendorong kreativitas belajar siswa. Penelitian dilakukan dengan cara studi pustaka, dimana peneliti mengkaji berbagai sumber yang relevan seperti buku, artikel ilmiah, dan jurnal mengenai diskusi kelompok serta kreativitas dalam belajar. Temuan menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dapat menciptakan sebuah lingkungan belajar yang interaktif, kolaboratif, dan kondusif bagi perkembangan kreativitas siswa. Dalam diskusi, siswa memiliki peluang untuk bertukar ide, menyampaikan pendapat, serta memperluas dan mendalami pemikiran mereka. Kreativitas siswa dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam menghasilkan ide-ide yang beragam, orisinal, dan inovatif dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, efektivitas dari diskusi kelompok dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti peran guru sebagai pengarah, keberagaman dalam komposisi kelompok, suasana belajar yang demokratis dan terbuka, serta pemilihan topik yang berkaitan dan menantang. Oleh karena itu, metode diskusi kelompok bisa menjadi strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kreativitas dalam belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan praktik pembelajaran yang lebih inovatif dan berfokus pada siswa.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPS Bequranic Bengkalis Raihan Agustian; Mhd Akmal Fauzan; Syahrul; Siti Khairiah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8788

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan Islam untuk mengukur keberhasilan pencapaian kompetensi santri secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai implementasi sistem evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik di SMPS Bequranic Desa Pangkalan Batang Barat Bengkalis, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi sekaligus solusinya. Pendekatan yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam bersama guru mata pelajaran PAI, serta studi dokumentasi kurikulum. Proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Evaluasi ranah kognitif diimplementasikan melalui kombinasi tes tertulis formatif-sumatif serta metode tes lisan spontan yang efektif memicu konsentrasi dan kesiapan mental santri; (2) Evaluasi ranah afektif difokuskan pada pembentukan pembiasaan karakter moral, aqliyah Islamiyah, dan nafsiyah Islamiyah melalui instrumen lembar observasi harian, penilaian diri, dan catatan jurnal perilaku; (3) Evaluasi ranah psikomotorik dilaksanakan secara autentik melalui uji kinerja (performance assessment) dalam bentuk praktik ibadah wajib/ sunah serta kelancaran melafalkan ayat Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Kendala utama yang dijumpai meliputi keterbatasan alokasi waktu tatap muka di kelas serta padatnya materi hafalan santri. Solusi yang ditempuh adalah mengintegrasikan sistem rubrik penilaian akademik sekolah dengan format Tabel Evaluasi Bulanan kepengasuhan pondok pesantren guna mewujudkan pemantauan perkembangan santri yang berkesinambungan.