Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN DATA PENGUKURAN DETAIL SITUASI DAN STAKE OUT BOUNDARY UNTUK KONTROL SPASIAL AREA TAMBANG BATUBARA TERBUKA Safri Yanti Rahayu; Fatih Izzuddien Alqosam; Romi Fadly
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan survei dan pemetaan merupakan bagian penting dalam operasional pertambangan batubara terbuka karena menyediakan data spasial yang diperlukan untuk perencanaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan penambangan. Salah satu kegiatan survei yang dilakukan adalah pengukuran detail situasi dan stake out boundary untuk memastikankesesuaian aktivitas operasional terhadap kondisi topografi aktual dan batas wilayah izin usaha pertambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan data pengukuran detail situasi dan stake out boundary dalam mendukung kontrol spasial area tambang batubara terbuka di PT Batu Hitam Jaya, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Metode penelitian meliputi pengukuran topografi menggunakan Total Station EFIX STR45, pelaksanaan stake outboundary berdasarkan koordinat Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), pengolahan data menggunakan perangkat lunak Surpac, serta analisis deskriptif terhadap pemanfaatan data spasial pada kegiatan operasional tambang. Hasil pengukuran menghasilkan 5.291 titik topografi pada area seluas 9,8 ha dengan kepadatan pengukuran sekitar 540 titik/ha. Akuisisi data dilakukan dengan target 300–400 titik per hari, sehingga diperoleh representasi topografiyang rinci untuk mendukung pemodelan permukaan lahan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa informasi topografi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk penyusunan desain pit, perencanaan jalan tambang, evaluasi kondisi lereng, dan pengawasan perkembangan area kerja. Selain itu, kegiatan stake out boundary berhasil memindahkan koordinat batas WIUP ke lapangan melalui pemasangan patok boundary sebagai penanda fisik batas operasionaltambang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran detail situasi dan stake out boundary berperan penting sebagai instrumen kontrol spasial yang mendukung aspek teknis, operasional, administratif, dan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan. Pembaruan data topografi dan verifikasi boundary secara berkala diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara kondisi aktual lapangan dan rencana pengembangan tambang. Kata kunci: detail situasi, kontrol spasial, stakeout boundary, topografi tambang, total station
Perbandingan Hasil Perhitungan Volume Timbunan Tanggul Dengan Metode Penampang Rata-Rata Menggunakan Autocad Civil 3d Dengan Menggunakan Microsoft Excel Atika Sari; Riska Tri Amanda; Armijon Armijon; Safri Yanti Rahayu
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/49gc2v62

Abstract

Tanggul sungai merupakan infrastruktur penting yang digunakan dalam pengelolaan sumber daya air yang berfungsi melindungi kawasan sekitar sungai dari risiko banjir. Dalam proses konstruksi tanggul, perhitungan volume timbunan tanah menjadi tahap penting yang memengaruhi ketepatan desain dan efisiensi pekerjaan. Metode penampang rata-rata kerap digunakan karena kesederhanaannya serta kemampuannya diterapkan melalui berbagai perangkat bantu, seperti AutoCAD Civil 3D dan Microsoft Excel. Penelitian ini bertujuan membandingkan ketelitian perhitungan volume timbunan tanah menggunakan kedua perangkat lunak tersebut. Dengan menggunakan data hasil pengukuran daerah tanggul Sungai Ciujung yang terdiri dari 25 STA. Hasil perhitungan acuan adalah data aktual dari PT. PP (Persero) Tbk, dengan mengacu pada toleransi maksimal perbedaan sebesar 2,5% sesuai standar ASTM (American Society for Testing and Materials). Hasil menunjukkan bahwa perhitungan menggunakan Microsoft Excel menghasilkan selisih rata-rata sebesar 0,43%, sementara AutoCAD Civil 3D menghasilkan selisih rata-rata sebesar 1,16%. Keduanya masih dalam batas toleransi ASTM, namun penggunaan Microsoft Excel menunjukkan ketelitian lebih tinggi. Dengan demikian, metode penampang rata-rata yang diimplementasikan melalui Microsoft Excel pada penelitian ini dinilai lebih akurat dibandingkan dengan AutoCAD Civil 3D
PEMETAAN BATAS WILAYAH DALAM RANGKA TERTIB ADMINISTRASI DESA DI DUSUN TALANG BAYUR DESA SUKANEGARA, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TIka Christy Novianti; Fauzan Murdapa; Erlan Sumanjaya; Safri Yanti Rahayu
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i1.7046

Abstract

Penegasan batas wilayah merupakan aspek fundamental dalam mewujudkan tertib administrasi dan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel. Dusun Talang Bayur, yang merupakan bagian dari Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, hingga saat ini belum memiliki peta batas wilayah yang sah dan terukur secara teknis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik batas, ketidaktepatan sasaran pembangunan, serta hambatan dalam pengelolaan aset dan pelayanan publik berbasis wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batas wilayah Dusun Talang Bayur dengan pendekatan teknis dan partisipatif, menggunakan kombinasi metode survei Global Navigation Satellite System (GNSS), kartometrik, dan survei toponim. Survei GNSS digunakan untuk memperoleh koordinat titik-titik batas secara presisi. Metode kartometrik dilakukan sebagai langkah pengolahan data spasial dari peta dasar sesuai aturan Permendagri No. 45 Tahun 2016., sedangkan survei toponim dilaksanakan guna mengidentifikasi dan memverifikasi nama-nama geografis lokal berdasarkan pengetahuan masyarakat. Hasil kegiatan ini berupa peta batas dusun yang akurat dan terdokumentasi, lengkap dengan daftar koordinat dan unsur toponim, yang dapat dijadikan dasar legal dan administratif oleh pemerintah desa. Dengan demikian, pemetaan ini menjadi bagian penting dalam mendukung tertib administrasi desa, mencegah konflik batas, serta memperkuat integrasi data geospasial dalam sistem informasi desa.