Bandar Lampung merupakan kota yang sering kali mengalami bencana banjir, seiring dengan berjalannya waktu meningkatnya jumlah penduduk menjadi pengaruh aktifitas masyarakat dalam kehidupan sosial. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal dan bila terus terjadi akan berdampak pada dearah resapan air atau lahan terbuka hijau yang semakin sedikit akibat adanya pengalihan penggunaan lahan, sehingga meningkatkan tingkat resiko bencana di Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan menganalaisis kerawanan banjir terhdapa perubahan tutupan lahan beserta luasan areanya di Kota Bandar Lamoung. Data yang digunakan terdapat 5 variabel dalam penetuan kerawanan banjir antara lain, data citra satelit 2 tahun 2021 hingga tahun 2025, data DEMNAS, data curah hujan dan data jenis tanah. Pengolahan data analisis perubahan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing support vector machine (SVM) dan metode pengolahan curah hujan menggunakan metode inverse distance weight (IDW), kemudian dilakukan scoring dan pembobotan pada seluruh variabel yang kemudian di overlay untuk meganiliss kerwanan banjir di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini diperoleh korelasi antara perubhan tutupan lahan dari tahun 2021 hingga 2025 yang menunjukan adanya tren perubahan yang terus meningkat, hal tersebut sejalan dengan luas kelas kerawanan banjir pada kelas tinggi atau snagat rawan yang semkain meluas. Vegetasi menurun sebnyaak 2045 Ha, lahan terbuka meningkat sebnayak 838 Ha dan lahan terbangun meningkat sebnayak 1207 Ha. Mengakibatkan dampak luasan kerawanan banjir yang semakin meningkat di Kota Bandar Lampung dengan kelas kerawanan sangat rawan seluas 7764,45 Ha (43%). Kata kunci: Kota Bandar Lampung, Kerawanan Banjir, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.