Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Budaya Membaca Sejak Dini Melalui Program Literasi Membaca di Desa Perigi: Pengabdian Baiq Aulia Putri; Malini Malini; Bq Yuni Astuti Alawiah; Baiq Zaenatul Ashani; Ahmad Syarqawi Sya'bani; M. Zainul Azmi; Muhamad Juaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7264

Abstract

Budaya membaca berperan penting dalam meningkatkan literasi, pengetahuan, dan karakter anak. Namun, perkembangan teknologi dan media digital menjadi tantangan karena anak lebih tertarik pada hiburan digital daripada membaca. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang menarik untuk membiasakan membaca sejak dini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menumbuhkan budaya membaca melalui Program Literasi Membaca di Desa Perigi. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, setiap Kamis sore selama Juni 2026 dengan melibatkan 20–30 peserta per pertemuan, mulai dari anak TK hingga siswa SMP. Program didampingi 16 mahasiswa KKN menggunakan metode membaca bersama, diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif berbasis literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta antusias dan aktif, serta mengalami peningkatan minat baca, pemahaman bacaan, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan kembali isi bacaan. Program ini juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga memotivasi peserta menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, Program Literasi Membaca di Desa Perigi efektif dalam menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi anak dan remaja.
Analysis of the Contributions of Essentialism and Existentialism Philosophy in the Implementation of Deep Learning in Science Learning Muhammad Syahruddin Amin; Dina Fadilah; Salsabila Ayu Maulani; Malini Malini; Nesa Puspita Ariyani; Hulpa Irmayani; Solidia Wardani
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 2 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i2.4394

Abstract

The implementation of deep learning cannot be separated from philosophical assumptions that define the nature of knowledge and the role of teachers. However, studies on the contribution of philosophy—particularly essentialism and existentialism—to the implementation of deep learning are still limited. This literature study aims to analyze the interrelationship between deep learning and two contrasting educational philosophies—essentialism and existentialism— while simultaneously mapping out the points of compatibility between them. The result of the study shows that essentialism provides a structural foundation in the form of mastery of core knowledge and academic discipline, which are prerequisites for deep understanding, while existentialism contributes a reflective dimension in the form of freedom, authenticity, and the search for meaning, which strengthens the internalization of knowledge into life values. These two substantive strengths provide a philosophical foundation that reinforces the application of deep learning, through two interconnected stages: first, the structured mastery of core knowledge, followed by an authentic reflection and self-actualization. These findings are expected to contribute conceptually to the development of deep learning that balances structure and freedom of learning in primary school education