Rizky Putry Nelsya
Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Pelayanan Publik Dinas Perhubungan Dalam Meningkatkan Kualitas  Layanan Lalu Lintas Kabupaten Lampung Utara Rizky Putry Nelsya
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/x76rt682

Abstract

Komunikasi pelayanan publik memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pelayanan lalu lintas karena menjadi sarana penyampaian informasi, koordinasi, dan interaksi antara pemerintah dengan masyarakat. Komunikasi yang berjalan secara efektif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Penelitian ini berfokus pada komunikasi pelayanan publik yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pimpinan, petugas pelayanan lalu lintas, dan masyarakat sebagai pengguna layanan. Analisis data dilakukan melalui proses pengelompokan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan publik dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyampaian informasi dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial untuk memperkuat komunikasi dua arah dengan masyarakat. Namun, pelaksanaan komunikasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti kepadatan lalu lintas, keterbatasan waktu petugas, dan penyebaran informasi yang belum merata. Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Perhubungan memperkuat koordinasi antarpetugas, meningkatkan komunikasi langsung dengan masyarakat, serta mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi. Komunikasi pelayanan publik yang dilaksanakan secara terencana, partisipasif, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan lalu lintas serta memberikan masukan bagi pengembangan pelayanan publik di bidang transpostasi.  
Peran Komunikasi Antarbudaya Tour Guide dalam Meningkatkan Pengalaman Wisatawan di Bali. Julita Mustika; Rama Buci Wiltar; Ratu Jelita; Rizky Putry Nelsya; Roxanne Tambunan; Selvira Rani; Hagi Julio Salas
Komsospol Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/komsospol.v5i2.2038

Abstract

This research explores the role of intercultural communication performed by tour guides in enhancing tourist experiences in Bali. The study is grounded in the discipline of communication studies, particularly in the field of intercultural communication, where tour guides are positioned as cultural mediators who bridge interactions between tourists and local communities. The topic was selected because the effectiveness of communication between guides and tourists from diverse cultural backgrounds determines satisfaction, loyalty, and destination image. Using a descriptive qualitative method with field research, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving certified tour guides and tourists. Guided by the Anxiety/Uncertainty Management Theory (Gudykunst, 1991) and Face Negotiation Theory (Ting-Toomey, 1999), the study examines how communication competence reduces uncertainty, manages cultural differences, and maintains mutual respect. The findings indicate that tour guides in Bali not only deliver information but also serve as storytellers and cultural interpreters who create meaningful and emotionally engaging experiences. They demonstrate cultural and religious sensitivity by adjusting narratives and behavior according to tourists’ backgrounds, thus fostering inclusive and harmonious interactions. The research contributes theoretically by reaffirming the significance of intercultural communication in tourism contexts and practically by emphasizing the need for continuous training in language, empathy, and cultural adaptation. Ultimately, effective intercultural communication by tour guides enhances satisfaction and strengthens Bali’s image as a welcoming and culturally rich international destination.