Teresa Amelia
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Teresa Amelia; Muhammad Nawir; Pri Ariadi Cahya Dinata
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.21448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem-Based Learning (PBL) pada materi getaran dan gelombang, serta menganalisis keterkaitan dengan Keterampilan Proses Sains (KPS) yang dikembangkan selama pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one shot case study. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-A dengan jumlah siswa 24 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes keterampilan proses sains dan soal tes hasil belajar kognitif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dari 20 orang peserta didik yang mengikuti tes diperoleh 6 orang peserta didik dengan kategori sangat baik (30%), 10 orang peserta didik dengan kategori baik (50%), dan 4 orang peserta didik dengan kategori cukup baik (20%). Aspek pada keterampilan proses sains terdapat merumuskan hipotesis dengan skor 2.45 kategori cukup baik, melakukan percobaan dengan skor 3.70 kategori sangat baik, menganalisis data skor dengan 3.30 kategori baik dan membuat kesimpulan dengan skor 3.15 kategori baik. Ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik dari 20 peserta didik diperoleh 17 siswa tuntas dan 3 siswa tidak tuntas. Sedangkan secara klasikal tuntas, karena diperoleh 85% peserta didik yang tuntas dan mencapai standar ketuntasan klaskal yang diterapkan yaitu ≥75%. Ketuntasan TPK yang terdiri dari 36 TPK diperoleh 28 TPK yang tuntas dengan persentase 78% dan 8 TPK yang tidak tuntas dengan persentase 22%. Hasil ini menunjukkan model PBL dapat mengoptimalkan ketuntasan hasil belajar siswa di kelas.