Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembelajaran Daring Berbantuan Whatsapp Pada Matakuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika Desy Kumala Sari; Syamsul Bahri; Merta Simbolon; Richardus F. Nikat; Pri Ariadi Cahya Dinata
Musamus Journal of Science Education Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Science Education (MJOSE)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjose.v3i1.3072

Abstract

Confront the pandemic COVID-19, online learning implemented at various level education. Online learning can be implemented with assistance Whatsapp application. This research was qualitative research with observe online learning activities. Conclution from this research was online learning assisted whatsapp can be alternative to teach non-exact material. The use of whatsapp application that was familiar to students make learning esier to implement. This online learning assisted whatsapp can also be applied in networks with slow internet access.
Penyuluhan Tentang Pembelajaran Berpusat Pada Anak Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Tangkiling Provinsi Kalimantan Tengah Gunarjo S. Budi; Yoan Theasy; Pri Ariadi Cahya Dinata
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 2 Nomor 2, Desember 2
Publisher : PT. Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0202.05

Abstract

Abstract The aim of this service activity is to provide insight into child-centred learning as well as training in skills in using laboratory equipment and utilizing the PhET application as a Virtual Laboratory to elementary school (SD) teachers for science in Tangkiling, Central Kalimantan Province. The service method used is discussion and practice, then the steps for implementing the service include; 1) stage of preparation and development of training materials; 2) the stage of providing child-centred learning materials; 3) the stage of providing skills training in using laboratory equipment and utilizing the PhET application as a Virtual Laboratory, and 4) the discussion, practice and mentoring stage. The results of this service show that the counseling carried out can increase teachers' knowledge of child-centered learning and teachers' abilities in using laboratory equipment and utilizing the PhET application as a Virtual Laboratory for science. Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan wawasan mengenai pembelajaran yang berpusat pada anak serta pelatihan keterampilan penggunaan alat-alat laboratorium dan pemanfaatan aplikasi PhET sebagai Laboratorium Virtual kepada guru-guru Sekolah Dasar (SD) Mata pelajaran IPA di Tangkiling Provinsi Kalimantan Tengah. Metode pengabdian yang digunakan berupa diskusi dan praktik, kemudian langkah-langkah pelaksanaan pengabdian meliputi; 1) tahap penyusunan dan pengembangan materi pelatihan; 2) tahap pemberian materi pembelajaran yang berpusat pada anak ; 3) tahap pemberian pelatihan keterampilan penggunaan alat-alat laboratorium dan pemanfaatan aplikasi PhET sebagai Laboratorium Virtual, dan 4) tahap diskusi, praktik, dan pendampingan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa penyuluhan yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan guru-guru terhadap pembelajaran yang berpusat pada anak dan kemampuan guru dalam menggunakan alat-alat laboratorium dan pemanfaatan aplikasi PhET sebagai Laboratorium Virtual Mapel IPA.
IMPROVING LEARNING OUTCOMES THROUGH PROBLEM BASED LEARNING ON EARTH AND SOLAR SYSTEM MATERIALS Arianti, Lisa; Theo Jhoni Hartanto; Pri Ariadi Cahya Dinata
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 13 No. 1 (2025): Journal Balanga Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/balanga.v13i1.17341

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of class VII-1 students at SMP Negeri 5 Palangka Raya on Earth and Solar System material by using the Problem Based Learning (PBL) learning model. The research subjects consisted of 28 students, consisting of 14 male students and 14 female students, who were part of class VII-1 of SMP Negeri 5 Palangka Raya. The type of research used is Classroom Action Research which is carried out in two cycles, where each cycle consists of two meetings. Each cycle includes planning, implementation, observation and reflection stages. The research results showed that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model in cycles I and II succeeded in improving student learning outcomes. The average value of learning outcomes for class VII-1 students increased in each cycle, namely in cycle I (77.30) and cycle II (80.76). Apart from that, the level of learning completion of students also increased, from 88.46% in cycle I to 92.30% in cycle II. Thus, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model can improve the learning outcomes of class VII-1 students on Earth and Solar System material at SMP Negeri 5 Palangka Raya for the 2023/2024 academic year.
Penerapan PBL dengan Multi-Representasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Frency Sapetrus; Pri Ariadi Cahya Dinata; Theo Jhoni Hartanto
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.19597

Abstract

Permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA masih sering dijumpai, khususnya ketika mereka dihadapkan pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual dan pemecahan masalah. Kondisi ini menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik untuk berpikir lebih mendalam dan aktif terlibat dalam proses belajar. Problem Based Learning dengan Multi-Representasi didefinisikan sebagai model pembelajaran berbasis masalah yang menggunakan berbagai bentuk representasi untuk menyajikan informasi, mendukung penyelesaian masalah, dan memperdalam pemahaman peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Multi-Representasi efektif dalam meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta didik SMP di kota Palangka Raya pada Materi Usaha dan Energi. Penelitian ini menggunakan desain pre- experimental design dengan “One Grup Pretest Posttest”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP di kota Palangka Raya, dengan sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII-B berjumlah 15 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor keterampilan berpikir kritis peserta didik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan yang ditunjukan dengan nilai mean pretest sebesar 21,917 dan mean posttest meningkat menjadi 64,083. Hasil uji statistik inferensial menggunakan uji Uji Wilcoxon Signed-Rank Test (alternatif uji karena data posttest tidak normal) menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan Multi-Representasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, dengan nilai Z = - 3,412 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001 pada taraf signifikansi α = 0,05. Selain itu, hasil perhitungan N-Gain Score dengan nilai rata-rata N-Gain keseluruhan adalah 0,54 menunjukkan kategori peningkatan sedang. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan PBL dengan multi-representasi secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan Multi-Representasi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Teresa Amelia; Muhammad Nawir; Pri Ariadi Cahya Dinata
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.21448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem-Based Learning (PBL) pada materi getaran dan gelombang, serta menganalisis keterkaitan dengan Keterampilan Proses Sains (KPS) yang dikembangkan selama pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one shot case study. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-A dengan jumlah siswa 24 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes keterampilan proses sains dan soal tes hasil belajar kognitif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dari 20 orang peserta didik yang mengikuti tes diperoleh 6 orang peserta didik dengan kategori sangat baik (30%), 10 orang peserta didik dengan kategori baik (50%), dan 4 orang peserta didik dengan kategori cukup baik (20%). Aspek pada keterampilan proses sains terdapat merumuskan hipotesis dengan skor 2.45 kategori cukup baik, melakukan percobaan dengan skor 3.70 kategori sangat baik, menganalisis data skor dengan 3.30 kategori baik dan membuat kesimpulan dengan skor 3.15 kategori baik. Ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik dari 20 peserta didik diperoleh 17 siswa tuntas dan 3 siswa tidak tuntas. Sedangkan secara klasikal tuntas, karena diperoleh 85% peserta didik yang tuntas dan mencapai standar ketuntasan klaskal yang diterapkan yaitu ≥75%. Ketuntasan TPK yang terdiri dari 36 TPK diperoleh 28 TPK yang tuntas dengan persentase 78% dan 8 TPK yang tidak tuntas dengan persentase 22%. Hasil ini menunjukkan model PBL dapat mengoptimalkan ketuntasan hasil belajar siswa di kelas.