Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Program Kostratani melalui Hilirisasi Inovasi Teknologi Padi Guna Mendukung Swasembada Pangan Nasional Nurhayati; Ali Alamsyah Kusumadinata; Naila Nihal; Natasya Putri; Neno Rahmanto; Rico Hans Fernando; Saufa Hanif Pitoyo; Wiharda Putri
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/5ndft279

Abstract

Sektor pertanian merupakan pilar krusial dalam kedaulatan pangan nasional, di mana padi menjadi komoditas strategis utama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kinerja penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menghilirisasi teknologi budidaya padi; (2) mengidentifikasi kendala selama pelaksanaan penyuluhan; dan (3) mengevaluasi dampak nyata penyuluhan terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta studi dokumen data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh BPP telah berperan efektif sebagai fasilitator dan motivator melalui program Kostratani dengan mendiseminasikan teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela), Tanpa Olah Tanah (TOT), varietas genjah, dan teknologi Salibu. Meskipun demikian, efektivitas hilirisasi masih terhambat oleh rendahnya kapasitas adopsi petani, keterbatasan alat mesin pertanian (Alsintan), permodalan, serta faktor perubahan iklim. Dampak nyata dari intervensi teknologi ini terlihat pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menuju IP 300 dan kenaikan total produksi padi sebesar 4,8% pada tahun 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital dan penguatan peran BPP menjadi kunci utama dalam akselerasi swasembada pangan, namun perlu disertai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi petani secara komprehensif.
Sikap dan Intensi Perilaku Mahasiswa Untuk Wirausaha di Bidang Peternakan Nurhayati
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/fm53av26

Abstract

Usaha Peternakan merupakan salah satu sector ungulan di bidang agribisnis. Sektor peternakan memiliki kontribusi yang besar terhadap PAD nasional. Generasi muda merupakan tulang punggung keberlanjutan pengembangan agribisnis di bidang peternakan. Persepsi, Sikap, dan intensi generasi muda untuk  melakukan usaha agribisnis dibidang peternakan merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini menganalisis persepsi, sikap dan intensi mahasiswa (generasi muda) untuk melakukan wirausaha dalam sector peternakan, Penelitian ini menggunakan metode penelitian Survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiwa Polbangtan Bogor. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 147 responden yang diambil secara simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum mahasiswa memiliki sikap yang positif terhadap intensi untuk melakukan wirausaha dibidang peternakan (X= 3,374; SD; 0,476). Sedangkan Intensi mahasiswa untuk melakukan Wisausaha dibidang peternakan terkategori cukup tinggi  (X= 3,18; SD; 0,478). Parameter sikap mahasiswa yang paling tinggi adalah pandangan dan evaluasi mahasiswa terhadap wirausaha pertanian merupakan yang baik dan menyenangkan dengan nilai rata  (X= 3,4; SD; 0,60). Sedangkan untuk intensi mahasiswa untuk melakuakan wirasuaha peternakan indicator yang paling tinggi adalah mahasiswa berencana dalam waktu dekat untuk melakukan usaha peternakan. 
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Hilirisasi Teknologi Budidaya Padi Guna Mendukung Swasembada Pangan Melinda Ayu Sapitri; Nurhayati; Mitha Sagita Rani; Muhamad Izdharul Hasan; Shandika Adhiransyah; Sultan Alfarizi Hendrico; Tegar Hagianta Barus; Uma Matul Wuziah; Ali Alamsyah Kusumadinata
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/dtzq9q21

Abstract

Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan melalui hilirisasi teknologi budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menghilirisasikan teknologi budidaya padi di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, Kalimantan Selatan, serta mengidentifikasi kendala dan strategi peningkatan kinerjanya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyuluh dan petani, serta telaah dokumen programa penyuluhan dan laporan kinerja BPP. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyuluh BPP telah menjalankan perannya dalam diseminasi teknologi seperti varietas unggul baru, mekanisasi pertanian, sistem tanam jajar legowo, dan pengelolaan air lahan rawa pasang surut. Implementasi teknologi tersebut terbukti meningkatkan produktivitas padi hingga 30% serta menekan kehilangan hasil panen. Namun, kinerja penyuluh masih menghadapi kendala berupa rasio penyuluh terhadap kelompok tani yang tidak ideal (1:20), keterbatasan sarana operasional, serta rendahnya insentif bagi tenaga penyuluh honorer. Strategi peningkatan kinerja meliputi penambahan jumlah penyuluh, peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan sarana prasarana, serta digitalisasi penyuluhan. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa kinerja penyuluh BPP berkontribusi signifikan terhadap hilirisasi teknologi padi, namun optimalisasinya memerlukan dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai dari pemerintah daerah agar target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Analisis Administrasi Penyuluhan: Efektivitas BPP Dalam Diseminasi Inovasi Budidaya Padi Di Provinsi Sulawesi Selatan Nurhayati; Raffi El Shirazy Achmad; Muhammad Subhan; Muhammad Nazli Syahma; Rhama Ady Pradiptha; Mutiah Ramadani Harahap; Riana Dwi Arianti
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/beyq2039

Abstract

Increasing rice production is the main pillar in realizing national food self-sufficiency. South Sulawesi Province, especially Sidenreng Rappang Regency (Sidrap), plays a strategic role as one of Indonesia's food barns. This paper aims to analyze the performance of the Agricultural Extension Center (BPP) in downstreaming rice cultivation technology and its impact on farmer productivity. Through the case study method, it was found that BPP plays a crucial role as a bridge of innovation between research institutions and farmers. The technology downstream strategy implemented includes the use of new superior varieties (VUB), legowo row planting system, balanced fertilization, and Integrated Pest Control (PHT). The results of the analysis show that despite the constraints in the form of capital limitations and resistance to changes in traditional methods, the intensive performance of extension workers through field assistance is able to significantly increase the efficiency of farming and production yields. In conclusion, strengthening the function of BPP and accelerating the adoption of mechanization technology is the main key in maintaining the sustainability of food self-sufficiency in South Sulawesi.
Akselerasi Luas Tambah Tanam (LTT): Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan 2026 Nurhayati; Meltyana Arrum Liwara; Moch Ejip Arnawan; M. Rizik Sahril M; M Wafi; Nayla Cesya Centra A.C; Wulan Sucisafitri; Ali Alamsyah Kusumadinata
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/wppybv08

Abstract

Swasembada pangan merupakan pilar stabilitas nasional yang memerlukan optimalisasi lahan secara berkelanjutan. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan luas, namun menghadapi tantangan berupa rendahnya Indeks Pertanaman (IP), keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan terlantar.  Tujuan tulisan ini mengidentifikasi permasalahan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kalimantan Tengah serta merumuskan strategi percepatan dan langkah implementasi teknis untuk mencapai target swasembada pangan tahun 2026. Kajian ini disusun menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan kebijakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Tengah serta literatur terkait manajemen pertanian. Strategi utama yang diidentifikasi meliputi pemetaan potensi tanam berbasis data spasial (Siscrop/Simotandi), percepatan tanam maksimal 14 hari pascapanen, penggunaan varietas padi supergenjah, serta penguatan mekanisasi pertanian dan manajemen air melalui pompa bergerak. Target strategis tahun 2026 ditetapkan pada LTT reguler sebesar 86.913 ha dan LTT padi gogo sebesar 8.565 ha. Keberhasilan percepatan LTT di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan konsistensi monitoring harian. Implementasi teknologi modernisasi pertanian terbukti menjadi kunci utama dalam meminimalisir jeda tanam dan meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.