Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Analysis of Sharia Insurance Dispute Resolution at PT. Asuransi Takaful Indonesia Maulidya Mora Matondang; Akmaluddin Syahputra; Nawir Yuslem; Iwan Nasution; Sutan Erlambang
Al-Hiwalah: Journal of Sharia Economic Law Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Hiwalah : Journal Syariah Economic Law
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Faculty of Sharia, Sultanah Nahrasiyah State Islamic University, Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/al-hiwalah.v5i1.7755

Abstract

This study aims to analyze disputes in Shariah Insuranceusing a case study of PT Asuransi Takaful. The focus of the study includes the forms and characteristics of disputes, the factors causing them, dispute resolution mechanisms, compliance with Islamic economic law principles, and the parties' perceptions of fairness. This study uses a qualitative approach with a case study method to explore the phenomenon in depth based on empirical data and a literature review. The research results show that disputes are generally related to claims, such as rejections, late payments, and differences in benefit values. Factors contributing to these disputes include a lack of transparency, low Islamic financial literacy, and weak communication between companies and participants. Dispute resolution mechanisms are mostly conducted through non-litigation channels such as deliberation, mediation, and Islamic arbitration, which align with the principle of reconciliation (islah). However, there remains a gap between the normative principles of Islamic economic law and its implementation in the field. The parties' perceptions of fairness are strongly influenced by the transparency of the process and the quality of communication. This research contributes to enriching the study of Sharia insurance disputes through a more contextual case study approach. Furthermore, it provides practical recommendations for companies, regulators, and academics to improve the effectiveness of fair and sharia-compliant dispute resolution.
Hukum Pidana Islam yang Hidup dalam Masyarakat : Pendekatan Sosiologi dan Antropologi Hukum dalam Konstruksi Jinayah Kontemporer Maulidya Mora Matondang; Imam Yazid; Dhiauddin Tanjung; Nispul Khoir
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.10315

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana pendekatan sosiologi hukum dan antropologi hukum dapat digunakan sebagai pisau analisis dalam memahami proses pembentukan hukum pidana Islam (fiqh jinayah), tanpa memposisikan diri pada sikap mendukung atau menolak penerapan formal hukum pidana Islam dalam sistem hukum negara. Hukum pidana Islam, sebagaimana cabang hukum Islam lainnya, tidak terbentuk dalam ruang vakum sosial; ia lahir, berkembang, dan diterapkan dalam interaksi yang dinamis dengan struktur sosial, nilai budaya, dan kesadaran hukum masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), artikel ini menelaah konsep living law dari Eugen Ehrlich, teori akulturasi hukum dan budaya, serta kajian-kajian empiris tentang relasi hukum Islam dengan adat di berbagai wilayah Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa norma jinayah yang termuat dalam teks-teks fikih klasik mengalami proses kontekstualisasi yang berkelanjutan ketika diserap ke dalam realitas sosial-budaya lokal, sebagaimana tercermin dalam praktik qanun di Aceh, mekanisme penyelesaian sengketa berbasis adat, dan pergeseran persepsi masyarakat terhadap jenis-jenis perbuatan yang dianggap layak dipidana. Artikel ini berargumen bahwa pendekatan sosio-antropologis tidak menggantikan pendekatan normatif-tekstual dalam ushul fiqh, melainkan melengkapinya dengan memberi pemahaman tentang bagaimana hukum benar-benar berfungsi, diterima, ditolak, atau dimodifikasi di tingkat masyarakat