Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Literasi Kesehatan Digital dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil Primigravida Fara Khansa Azizah; Ditya Yankusuma Setiani; Arlia Purwaningsih
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.824

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil primigravida lebih rentan mengalami kecemasan karena memiliki pengalaman kehamilan yang terbatas serta kebutuhan informasi kesehatan yang lebih tinggi. Meningkatnya penggunaan media digital sebagai sumber informasi kesehatan menunjukkan pentingnya literasi kesehatan digital dalam membantu ibu hamil mengakses, memahami, dan mengevaluasi informasi kesehatan yang diperoleh secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan digital dan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Januari 2026 di Kecamatan X, Kabupaten X. Sebanyak 136 ibu hamil primigravida dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Literasi kesehatan digital diukur sebagai variabel independen, sedangkan tingkat kecemasan sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan perhitungan odds ratio (OR) dan confidence interval (CI) 95%. Nilai signifikansi ditetapkan pada p<0,05. Hasil: Sebanyak 56,6% responden memiliki literasi kesehatan digital yang baik dan 71,3% mengalami kecemasan ringan. Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dan tingkat kecemasan (p=0,020). Ibu hamil primigravida dengan literasi kesehatan digital yang kurang memiliki risiko 2,436 kali lebih besar mengalami kecemasan berat dibandingkan dengan mereka yang memiliki literasi kesehatan digital yang baik (OR=2,436; 95% CI=1,140–5,206). Kesimpulan: Literasi kesehatan digital berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida. Peningkatan literasi kesehatan digital melalui program edukasi antenatal dapat membantu ibu hamil memperoleh informasi kesehatan yang lebih terpercaya serta mengurangi risiko kecemasan selama kehamilan.
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Pencegahan Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Fara Khansa Azizah; Hainas Sani Privetera; Nurhayati Nurhayati; Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1247

Abstract

ABSTRACT Early marriage remains a public health issue that contributes to an increased risk of pregnancy complications among mothers. Young mothers are at higher risk of experiencing anemia, preeclampsia, preterm birth, and low birth weight infants. Limited knowledge regarding antenatal care further exacerbates these risks. This community service program aimed to improve the knowledge of mothers with early marriage regarding midwifery care in preventing pregnancy complications. The methods used included health education sessions, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The participants were pregnant women with a history of early marriage. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing mothers’ understanding of the importance of routine antenatal care, early detection of complications, and the adoption of healthy behaviors during pregnancy. Keywords: Early Marriage, Midwifery Care, Pregnancy Complications, Health Education ABSTRAK Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan pada ibu. Ibu dengan usia muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, preeklamsia, persalinan prematur, serta bayi berat lahir rendah. Kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kehamilan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dengan pernikahan dini mengenai asuhan kebidanan dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, deteksi dini komplikasi, serta penerapan pola hidup sehat selama kehamilan. Kata kunci: Pernikahan Dini, Asuhan Kebidanan, Komplikasi Kehamilan, Pendidikan Kesehatan.
Penyuluhan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dalam Upaya Deteksi Dini Hipertensi Pada Masyarakat Abdul Rivai Saleh Dunggio; Tata Mahyuvi; Hendra Dwi Kurniawan; Fara Khansa Azizah; Sara Surya; Azmi Wijayanti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.912

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease (NCD) whose prevalence continues to increase in Indonesia and is a major risk factor for heart disease, stroke, and kidney failure. Lack of public knowledge about hypertension and low awareness of the need for regular health check-ups often results in hypertension going undetected early. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about hypertension through health education and free blood pressure checks. The activity was conducted in the neighborhood unit (RW) 05, X Village, and involved 102 participants aged 25–70 years. The activities included interactive health education, blood pressure checks, short interviews, and healthy lifestyle education. The results showed an increase in public knowledge, and 28 participants (27.4%) had blood pressure above normal, most of whom had never had a routine check-up before. Participants expressed satisfaction and found this activity very helpful and hoped that similar activities would be conducted regularly. This activity demonstrates that free health education and check-ups are very beneficial in increasing public awareness of hypertension and have the potential to prevent complications through early detection.
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Zumrotul Ula; Fara Khansa Azizah; Andi Hartati; Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.930

Abstract

Early marriage remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in rural areas. Pregnancy at a young age increases the risk of complications such as anemia, preeclampsia, premature birth, low birth weight (LBW), and even maternal and infant mortality. Lack of knowledge about midwifery care and reproductive health is a major factor in the high risk of these complications. This community service program aims to increase mothers' knowledge and awareness of early marriage through integrated midwifery care education. The program was conducted with 40 pregnant women aged 15–20 years in the target area. Methods used included direct counseling, prenatal care demonstrations, simple antenatal check-ups, educational materials, and evaluation through pre- and post-tests. Results showed a significant increase in mothers' knowledge regarding pregnancy danger signs, nutrition, prenatal care, and the importance of regular check-ups. The average knowledge score increased from 54.2 to 88.5. Eighty-five percent of participants reported behavioral changes in ANC visits and iron tablet consumption. This program has proven effective in increasing the capacity of young mothers to prevent pregnancy complications. Sustainable interventions are essential to minimize the long-term impact of early marriage on maternal and child health.