Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Perilaku Seksual Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi Hainas Sani Privetera; Rohmi Rohmi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Adolescence is a developmental stage characterized by biological, psychological, and social changes. Lack of reproductive health knowledge may increase the risk of unhealthy sexual behaviors, including risky sexual activity, sexually transmitted infections, and unintended pregnancy. Healthy and responsible sexual behavior is influenced by various factors such as knowledge, attitudes, family support, peer influence, and access to reproductive health information. Objective: This study aimed to identify determinants associated with healthy and responsible sexual behavior among adolescents from a reproductive health perspective. Methods: This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 100 adolescents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires assessing reproductive health knowledge, attitudes, family support, access to information, and healthy sexual behavior. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The results showed that 70% of respondents had good reproductive health knowledge, 65% had positive attitudes toward healthy sexual behavior, 60% received good family support, and 68% demonstrated healthy and responsible sexual behavior. Significant associations were found between reproductive health knowledge (p=0.001), attitudes (p=0.003), and family support (p=0.012) with healthy sexual behavior. Conclusion: Reproductive health knowledge, positive attitudes, and social support are associated with healthy and responsible sexual behavior among adolescents. Comprehensive reproductive health education is needed to improve adolescents’ ability to make safe and responsible decisions. Keywords: Adolescents, Reproductive Health, Healthy Sexual Behavior, Knowledge, Risk Prevention ABSTRAK Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko perilaku seksual tidak sehat seperti hubungan seksual berisiko, infeksi menular seksual, dan kehamilan tidak direncanakan. Perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, teman sebaya, serta akses informasi kesehatan reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja dalam perspektif kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap, dukungan keluarga, akses informasi, dan perilaku seksual sehat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi baik, 65% memiliki sikap positif terhadap perilaku seksual sehat, 60% memperoleh dukungan keluarga baik, dan 68% menunjukkan perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi (p=0,001), sikap (p=0,003), dan dukungan keluarga (p=0,012) dengan perilaku seksual sehat pada remaja. Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap positif, dan dukungan lingkungan sosial berhubungan dengan perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja. Edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif diperlukan untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual Sehat, Pengetahuan, Pencegahan Risiko
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Pencegahan Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Fara Khansa Azizah; Hainas Sani Privetera; Nurhayati Nurhayati; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Early marriage remains a public health issue that contributes to an increased risk of pregnancy complications among mothers. Young mothers are at higher risk of experiencing anemia, preeclampsia, preterm birth, and low birth weight infants. Limited knowledge regarding antenatal care further exacerbates these risks. This community service program aimed to improve the knowledge of mothers with early marriage regarding midwifery care in preventing pregnancy complications. The methods used included health education sessions, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The participants were pregnant women with a history of early marriage. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing mothers’ understanding of the importance of routine antenatal care, early detection of complications, and the adoption of healthy behaviors during pregnancy. Keywords: Early Marriage, Midwifery Care, Pregnancy Complications, Health Education ABSTRAK Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan pada ibu. Ibu dengan usia muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, preeklamsia, persalinan prematur, serta bayi berat lahir rendah. Kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kehamilan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dengan pernikahan dini mengenai asuhan kebidanan dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, deteksi dini komplikasi, serta penerapan pola hidup sehat selama kehamilan. Kata kunci: Pernikahan Dini, Asuhan Kebidanan, Komplikasi Kehamilan, Pendidikan Kesehatan.