Elwani Hidayati
Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI DOSIS DAN FREKUENSI APLIKASI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Muhammad Anwar; Dwi Haryati Ningsih; Elwani Hidayati; Riza Hamkary Salam; Sahwil
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pupuk biourine sapi telah banyak dilakukan, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh dosis dan frekuensi aplikasi yang tepat. Dosis terlalu rendah dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, sementara dosis terlalu tinggi berisiko menimbulkan toksisitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi dosis dan frekuensi aplikasi biourine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk biourine (10 ml/L, 20 ml/L, dan 30 ml/L) dan frekuensi aplikasi (1 kali, 2 kali, dan 3 kali seminggu), dengan tiga ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, panjang akar, berat brangkasan basah, serta hasil per satuan luas (kg/m² dan ton/ha). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum variabel pertumbuhan tidak berbeda nyata, namun menunjukkan tren peningkatan seiring peningkatan dosis dan frekuensi aplikasi. Sementara itu, pada variabel hasil terdapat pengaruh nyata, terutama pada kombinasi dosis 20 ml/L (D2) dan frekuensi 3 kali seminggu (F3), yang memberikan hasil terbaik. Dosis D2 dan D3 memberikan nilai lebih tinggi dibandingkan D1 dalam hal jumlah daun, panjang daun, berat brangkasan basah, dan hasil per satuan luas. Frekuensi F3 juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, ukuran daun, dan hasil panen. Kombinasi D2F3 dapat direkomendasikan untuk peningkatan hasil pakcoy yang optimal
Analisis Jalur Respon Petani Terhadap Penurunan Harga Pupuk Melalui Persepsi Manfaat Sebagai Variabel Mediasi (Studi kasus: WKPP Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur) Suhartini Suhartini; Muhammad Anwar; Elwani Hidayati
Jurnal Pertanian Khairun Vol 4 No 2: (Desember 2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v4i2.11295

Abstract

Pupuk merupakan input penting dalam usahatani yang berpengaruh langsung terhadap biaya produksi dan keberlanjutan usahatani. Kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi mendapat respon petani yang tidak selalu seragam dan dipengaruhi oleh persepsi manfaat yang terbentuk. Tujuan penelitian, untuk menganalisis pengaruh keterjangkauan harga pupuk, ketersediaan pupuk, dan kebijakan penurunan harga pupuk terhadap respon petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 80 orang petani. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert, dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap respon petani (β = 1,02; p < 0,01) dan berperan sebagai variabel mediasi yang kuat. Ketersediaan pupuk berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (β = 1,22; p < 0,01) serta memiliki pengaruh tidak langsung yang besar terhadap respon. Sementara itu, kebijakan penurunan harga pupuk berpengaruh langsung dan signifikan terhadap respon petani (β = 0,44; p < 0,01), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi. Keterjangkauan harga pupuk menunjukkan pengaruh yang lemah dan tidak signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian menyimpulkan bahwa, keberhasilan kebijakan penurunan harga pupuk tidak hanya ditentukan oleh aspek harga, tetapi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pupuk dan persepsi manfaat yang dirasakan petani.