Saifudin Zuhri
Universitas Nurul Huda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknik 3M dalam Metode Praktis Usmani untuk Meningkatkan Kefasihan Membaca Al-Qur’an Santri Saifudin Zuhri; Ahmad Sodikin; Sholeh Hasan
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/qb9kb173

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih merupakan kompetensi penting dalam pendidikan Islam, khususnya di lingkungan pesantren. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan berbagai kendala, seperti ketidaktepatan makhraj, ketidakstabilan pelafalan harakat, serta rendahnya penguasaan tajwid dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknik 3M (mecucu, meringis, dan mangap) dalam Metode Praktis Usmani untuk meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Nurul Huda Tanah Merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik 3M melalui demonstrasi, praktik terbimbing, dan pembiasaan membaca secara berulang mampu membantu santri meningkatkan ketepatan makhraj, pelafalan harakat, dan penguasaan tajwid dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan artikulatif-kinestetik melalui teknik 3M dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an santri pemula di lingkungan pesantren serta dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih interaktif dan aplikatif.
ANALISIS FIQIH KONTEMPORER TERHADAP STATUS HUKUM DEMONSTRAN YANG MENINGGAL DALAM MEMPERJUANGKAN HAK SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAYAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Saifudin Zuhri; Ahmad Sodikin; Ahmad Darori; Nurul Maghfira
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17776

Abstract

Fenomena meninggalnya seseorang dalam demonstrasi untuk memperjuangkan hak merupakan salah satu persoalan fiqih kontemporer yang memerlukan analisis hukum secara komprehensif dengan memperhatikan dalil syar'i, pendapat ulama, serta perkembangan realitas sosial. Di sisi lain, pembelajaran Fiqih Kontemporer dalam Pendidikan Agama Islam masih didominasi pendekatan normatif sehingga peserta didik belum sepenuhnya mampu menghubungkan konsep hukum Islam dengan persoalan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum demonstran yang meninggal dalam memperjuangkan hak berdasarkan perspektif fiqih kontemporer serta mengkaji implikasinya terhadap pengayaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari Al-Qur'an, hadis sahih, kitab-kitab fiqih klasik dan kontemporer yang mu'tabar, literatur maqāṣid al-syarī'ah, serta artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-analitis dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan status hukum seseorang yang meninggal dalam demonstrasi tidak dapat digeneralisasi, melainkan harus mempertimbangkan niat, tujuan perjuangan, cara pelaksanaan, serta keseimbangan antara kemaslahatan dan kemudaratan berdasarkan prinsip maqāṣid al-syarī'ah. Selain itu, kajian ini menunjukkan bahwa isu demonstrasi dalam perspektif fiqih kontemporer dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang kontekstual untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sikap moderat, serta kecakapan peserta didik dalam menganalisis persoalan keislaman kontemporer secara argumentatif, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai syariat.