Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Empowering Community: The Role of Health Education and Acupressure Socialization in Independent Pain Management in Desa Lepasan Eko Yulianto; Milasari Milasari; Hanifa amini; Gati Handayani; Isti Qamah; Nurrani Fitriani
OMNICODE Journal (Omnicompetence Community Developement Journal) Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : UrbanGreen Central Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/omnicode.v5i2.243

Abstract

Pain impacts quality of life, requiring safe, non-pharmacological alternatives like acupressure. This community empowerment initiative in Desa Lepasan enhanced public knowledge and skills for independent pain management. Health education and hands-on demonstrations were conducted with 32 participants. Pre- and post-tests evaluated their understanding and pain levels. The program significantly improved public understanding, transforming participants into individuals capable of identifying meridian points independently. This enhanced knowledge triggered positive clinical outcomes, where 90.6% of participants (29 respondents) reported distinct pain relief, and the average pain scale dropped by 55.8%, from 4.03 (moderate pain) to 1.78 (mild pain). Structured health education successfully builds community understanding and practical independence, making self-acupressure an effective, safe, and sustainable strategy for localized pain management.
Pengaruh Terapi Komplementer Foot Massage dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Kelurahan Lepasan RT 08-11 Kecamatan Bakumpai Rasyifa Adila Ardiyanto; Aulia Yunica; Malinda Ayu Sri Melati; Milasari Milasari
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1616

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer foot massage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Kelurahan Lepasan RT 08–11 Kecamatan Bakumpai. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi foot massage diberikan selama 20–30 menit setiap hari. Data tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer dan dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tekanan darah >140/90 mmHg (87,5%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar memiliki tekanan darah <140/90 mmHg (75,0%). Rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 151,8 mmHg menjadi 138,4 mmHg dan diastolik dari 94,6 mmHg menjadi 86,2 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value 0,023 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi foot massage terhadap penurunan tekanan darah. Disimpulkan bahwa terapi komplementer foot massage efektif membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas pada Remaja Intan Intan; Milasari Milasari; Esme Anggeriyane
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i2.8022

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan dipengaruhi oleh pola makan serta aktivitas fisik. Ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi dapat meningkatkan risiko obesitas pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Negeri 6 Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 92 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dari total populasi sebanyak 899 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan, kuesioner aktivitas fisik, dan pengukuran antropometri IMT/U berdasarkan standar Kemenkes RI. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian obesitas (p = 0,001) dan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam upaya promotif dan preventif melalui penerapan pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan status gizi secara berkala untuk mencegah obesitas pada remaja.
Ketika Anak Sulit Makan: Hubungan Perilaku Makan Selektif dan Status Gizi Anak Prasekolah Nusa Taruna Putra; Milasari Milasari; Diah Retno Wulan; Alit Suwandewi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.433

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk merupakan masalah yang sering terjadi pada anak. Apabila tidak ditangani, maka akan berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak. Penyebab dari gizi buruk adalah hal yang harus digali untuk mencari akar masalahnya, salah satu penyebabnya adalah perilaku makan selektif. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku makan selektif dengan status gizi pada anak prasekolah. Metode: Penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian dilakukan di PAUD kecamatan Tabukan. Populasi dalam penelitian ini adalah PAUD di Kec. Tabukam sebanyak 13 PAUD dengan 409 murid, Sampel adalah orang tua/wali murid Sebanyak 137 responden, pemilihan sampel menggunakan Cluster Random Sampling yang dilakukan pengundian pada 13 PAUD yang berada di kecamatan Tabukan didapatkan 2 sekolah yaitu PAUD Nusa Indah dan PAUD Kuncup Mekar. Pengumpulan data menggunakan 2 instrumen penelitian yaitu kuesioner Childern’s Eating Behavior Questionnaire dan pengukuran antrompometri. Hasil: Hasil analisa dengan (sperman rank) mendapati bahwa terdapat hubungan dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan Correlation Coefficient didapatkan nilai 0.799 yang berarti arah hubungan pada penelitian ini “kuat”, hasil Probability 70,15% anak yang masuk kedalam kategori tidak selektif berpeluang masuk ke dalam kategori gizi baik dan 27,14% anak yang masuk kedalam kategori selektif berpeluang masuk kedalam kategori gizi buruk. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan selektif dengan status gizi pada anak prasekolah.