Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH Alit Suwandewi; Stefina Merrysa Christine
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada anak usia sekolah di kawasan Asia Tenggara yang menderita karies gigi kira-kira mencapai 70%. Provinsi Kalimatan Selatan dimana angka tingkat masalah kesehatan gigi dan mulut pada tahun 2013 yaitu 36,1% meningkat menjadi sebesar 60% di tahun 2018 yang menerima perawatan dan pengobatan. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan karies gigi pada usia sekolah di SDN Telaga biru 6 Banjarmasin. Metode deskriptif korelasional pendekatan Cross Sectional. Populasi sampel penelitian berjumlah 80 orang, teknik total sampling. Analisisi data uji Spearman’s rho. Pada faktor pengaturan makanan tidak ada hubungan yang signifikan pada upaya pencegahan karies gigi, faktor frekuensi menyikat gigi ada hubungan yang signifikan pada upaya pencegahan karies gigi, faktor pemeriksaan ke dokter gigi ada hubungan yang signifikan pada upaya pencegahan karies gigi. Hasil penelitian ini diharapkan dan memberikan masukan ke pada SDN Telaga Biru 6 Banjarmasin untuk membuka program pelayanan kesehatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SDN Telaga Biru 6 Banjarmasin agar siswa siswi bisa merawat gigi mulai sejak dini dalam pencegahan karies gigi dan tidak terjadinya kerusakan gigi yang parah. Abstract In school-aged children in the Southeast Asian region who suffer from dental caries is approximately 70%. South Kalimantan Province where the rate of dental and oral health problems in 2013 was 36.1% increased to 60% in 2018 who received care and treatment. This researcher aims to determine the factors associated with efforts to prevent dental caries at school age at SDN Telaga Biru 6 Banjarmasin. Descriptive correlational method of Cross Sectional approach. The study sample population numbered 80 people, the total sampling technique. Analysis of Spearman's test data. In the food management factor, there is no significant relationship in the effort to prevent dental caries, the frequency of tooth brushing factors is a significant relationship in the effort to prevent dental caries, the factor of the examination to the dentist is a significant relationship in the effort to prevent dental caries. The results of this study are expected and provide input to SDN Telaga Biru 6 Banjarmasin to open a health service program School Dental Health Efforts at SDN Telaga Biru 6 Banjarmasin so that students can take care of their teeth from an early age in preventing dental caries and avoiding severe tooth decay.
Pengaruh Pemberian Oksigen Melalui Masker Sederhana dan Posisi Kepala 30º Terhadap Perubahan Tingkat Kesadaran Pada Pasien Cedera Kepala Sedang Di RSUD Ulin Banjarmasin 2015 Alit Suwandewi; Dyah Yarlitasari; Solikin Solikin
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.27

Abstract

Cedera kepala adalah cedera mekanik baik secara langsung atau tidak langsung yang mengenai kepala mengakibatkan luka di kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput otak, dan kerusakan jaringan otak, serta gangguan neurologis. Metode dasar dalam melakukan proteksi otak pada pasien cedera kepala adalah dengan membebaskan jalan nafas dan oksigenasi yang adekuat. Pemberian oksigen melalui masker sederhana dan posisi kepala 30° merupakan tindakan yang tepat pada klasifikasi cedera kepala sedang untuk melancarkan perfusi oksigen ke serebral sehingga membantu peningkatan status kesadaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui GCS sebelum dan sesudah pemberian oksigen melalui masker sederhana dan posisi kepala 30° serta menganalisis pengaruh pemberian oksigen melalui masker sederhana dan posisi kepala 30° terhadap perubahan tingkat kesadaran pada pasien cedera kepala sedang. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Experimental dengan 30 responden. Uji yang digunakan adalah Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh pemberian oksigen masker sederhana dan posisi kepala 30° terhadap perubahan tingkat kesadaran pada pasien cedera kepala sedang. GCS nilai rata-rata sebelum adalah 17,92 dan GCS nilai rata-rata sesudah 14,09 dengan nilai p 0,009. Penelitian ini bersifat aplikatif sehingga perlu direflikasi dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan gawat darurat dan monitoring.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecenderungan Penggunaan Psikotropika Zat Adiktif (Lem Fox) Pada Remaja Mahabbatul Layna Fadli; Alit Suwandewi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.248 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.505

Abstract

Latar Belakang: Korban penyalahgunaan napza di Indonesia cenderung makin meningkat, Hasil survei penyalahgunaan napza oleh Badan Narkotika Nasional kepada 3.376.115 pada tahun 2017 sebanyak 1.991.909 orang (59%) adalah kelompok pekerja, sebanyak 810.267 orang (24%) adalah kelompok pelajar dan sebanyak 573.939 adalah kelompok populasi umum. Zat adiktif yang dewasa ini penggunaannya menjadi trend adalah lem fox.Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecenderungan penggunaan psikotropika zat adiktif (lem fox) pada remaja di Rumah Singgah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian survey analitik dengan pendekatan  cross sectional. Populasi seluruh remaja yang (usia 15-20 tahun). Sampel berjumlah 41 orang dengan teknik total sampling. Analisis menggunakan uji Spearman’s rho.Hasil: Hubungan Faktor individu dengan kecenderungan penggunaan psikotropika zat adiktif (lem fox) sebesar 0,841 bersifat sangat kuat, rentang 0,76-1,00. Penyalahgunaan zat adiktif umumnya berhubungan dengan keadaan mental, kondisi fisik dan psikologi seseorang, kepercayaan diri kurang, ketidakmampuan mengelola masalah atau stress yang dihadapi.Simpulan: Penelitian menunjukkan Ada Hubungan  faktor individu, pengetahuan, sikap, dan lingkungan remaja dengan kecendrungan psikotropika zat adiktif (lem fox) pada remaja di Rumah Singgah Kota Banjarmasin. Disarankan bagi responden sebagai penyalah guna lem fox agar dapat menyadari bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan yang salah dan segera memperbaiki diri dengan cara ikut serta dalam program rehabilitasi yang dilaksanakan oleh rumah singgah.Kata Kunci: Faktor individu, pengetahuan, sikap, lingkungan dan psikotropika (lem fox).Background: The Victim of drug abuse in Indonesia tend to increase, Results of a survey of drug abuse by the National Narcotics Agency to 3,376,115 in 2017 as many as 1,991,909 people (59%) are group of workers, 810,267 people (24%) are student group and 573,939 is a general population group. An addictive substance that is currently used as a trend is Fox glue.Objective: To find out factors related to the tendency of using addictive substance psychotropic substances (Fox glue) on adolescents in Banjarmasin City.Method: Analytic survey research with cross sectional approach. Population of all adolescents (15-20 years old). The sample amounted to 41 people with a total sampling technique. The analysis used Spearman's test.Results: The relationship between individual factor with the tendency to use addictive psychotropic substances (Fox glue) of 0.841 is very strong, ranging from 0.76-1.00. Addictive substance abuse is generally associated with mental states, physical and psychological conditions of a person, lack of self-confidence, inability to manage problems or stress faced.Conclusion: Research shows there is a relationship between individual factors, knowledge, attitudes, and environment of adolescents with a tendency to use psychotropic addictive substances (Fox glue) on adolescents at the Shelter House in Banjarmasin. It is recommended for respondents as abusers of Fox glue to be able to realize that their actions are wrong and immediately improve themselves by participating in rehabilitation programs implemented by the shelter management.Keywords: Individual factor, knowledge, attitudes, environment and psychotropics (Fox glue).
Perbedaan Pengaturan Ultrafiltrasi Non-Profiling Dengan Ultrafiltrasi Profiling Satu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Intradialisis Di Instalasi Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin Shofaniah Shofaniah; Alit Suwandewi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.409 KB)

Abstract

Latar Belakang: Ultrafiltrasi adalah proses dari hemodialisis untuk menarik cairan yang berlebihan di darah, besarnya ultrafiltrasi yang dilakukan tergantung dari penambahan berat badan klien. Ultrafiltrasi terdiri dari teknik nonprofiling dan profiling, Ultrafiltrasi berpengaruh terhadap terjadinya hipotensi intradialisis.Tujuan: Untuk Mengetahui perbedaan pengaturan ultrafiltrasi non-profiling dengan ultrafiltrasi profiling satu terhadap penurunan tekanan darah intradialisis pada klien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan pengamatan one group pre and post tes design, dengan rancangan cross-sectional. Populasi seluruh pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisa 2, sampel berjumlah 32 orang. Pengambilan dengan teknik purposive sampling.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Tidak ada perbedaan statistik antara pengaturan ultrafiltrasi nonprofiling dengan profil satu ultrafiltrasi terhadap penurunan tekanan darah pada klien Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisa RSUD Banjarmasin ditunjukkan oleh hasil signifikansi atau nilai p 0, 405.Simpulan: Penelitian menunjukkan Tidak ada perbedaan secara Statistik antara pengaturan ultrafiltrasi Non profiling dengan ultrafiltrasi profiling satu terhadap penurunan tekanan darah pada klien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin.Kata Kunci: Penurunan tekanan darah, Ultrafiltrasi non profiling, Ultrafiltrasi profiling satu ABSTRACT Background: In the ultrafiltration program at HD Installation RSUD Ulin Banjarmasin has two ways: non-profiling ultrafiltration and one profiling ultrafiltration, but ultrafiltration profiling one is still rarely used because it is less familiar, ultrafiltration in hemodialysis which is too big can cause intradialysis hypotension.Objective: To know the difference of nonprofiling ultrafiltration arrangement with profiling one ultrafiltration to the decrease of intradialysis blood pressure on client of Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis at Hemodialisa Installation of Ulin Banjarmasin Hospital.Method: This study used quasi experimental research method with one group pre and posttest design, with cross-sectional design. Population of all hemodialysis patients in Hemodialisa 2 Room, the sample was 32 people. Intake with purposive sampling technique.Results: The results of analysis using the Wilcoxon statistical test There is no statistical difference between the arrangement of nonprofiling ultrafiltration with profiling one ultrafiltration against the decrease of blood pressure in the client of Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis in Hemodialisa Installation of RSUD Banjarmasin is indicated by the result of significance or p value 0 , 405.Conclusion: There is no statistical difference between non-profiling ultrafiltration arrangement with profiling one ultrafiltration against blood pressure decrease in client of Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis at Hemodialisa Installation of RSUD Ulin Banjarmasin.Keywords: Decrease in blood pressure, nonprofiling ultrafiltration, profiling ultrafiltration one.
FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN JENIS PULPITIS PADA ANAK USIA SEKOLAH Alit Suwandewi; Subahan Sanusi
Journal of Nursing Invention Vol 1 No 2 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.165 KB)

Abstract

Dental and oral health is an integral part of overall health so it needs to be cultivated throughout the community. Pulpitis is a disease that commonly occurs in teeth. The purpose of this study was to determine factors associated with the type of pulpitis in school-age children in the dental clinic at the Mabu'un Health Center in Tabalong Regency. This study has a cross sectional design. The sample in this study were 31 respondents with a purposive sampling technique. Data analysis uses Chi-square test. The results of research on the most sexes with a women category was obtained 17 respondents (54.8%). The habit of brushing the most teeth with a enough category was obtained 20 respondents (64.52%). Behavior Maintenance of oral and dental health most with a enough categories was obtained by 24 respondents (77.43%). The highest incidence of pulpitis with a reversible category was obtained by 29 respondents (93.55%). There is no correlation between sex with the type of Pulpitis in school-age children. There is a correlation between the habit of brushing teeth on the type of Pulpitis in school-age children. There is a correlation between oral and dental health care behaviors towards pulpitis types in school-age children.
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PROGRAM ISI PIRINGKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL Alit Suwandewi; Hiryadi Hiryadi; Miranti Rahayu
Journal of Nursing Invention Vol 2 No 2 (2021): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.288 KB)

Abstract

Status gizi adalah ekspresi suatu keadaan keseimbangan dalam bentuk variable tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variable tertentu. Status gizi sangatlah penting untuk ibu hamil karena berpengaruh sangat besar terhadap perkembang dan pertumbuhan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pendidikan kesehatan program isi piring terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja puskesmas pekauman. Metode penelitian ini adalah Pra Experimental design menggunakan rancangan One Group Pre test - Post test dilakukan pada bulan juni 2021 dengan intervensi pemberian pendidikan kesehatan program isi piringku. Data di ambil menggunakan kuesioner dengan dianalisis dengan menggunakan Uji Statistic Wilcoxon Test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil dari penelitian pada tingkat pengatahuan ibu hamil sebelum dan sesudah didapat nilai P value 0.000 < 0.05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan program isi piringku terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil. Ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan informasi terkait program gizi seimbang (isi piringku) dan memahami mengenai porsi makan sehari agar ibu dan bayi sehat dan dapat mencegah anemia pada kehamilan. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya menyediakan pendidikan kesehatan program isi piringku bagi ibu hamil
KAMPUS MERDEKA DALAM PENCAPAIAN PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN TANTANGAN COVID 19 DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN Ngalimun Ngalimun; Anita Agustina; Alit Suwandewi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v2i2.7336

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari dunia nyata dengan mempraktikkan experiential learning. Kegiatan AMSP dilaksanakan di satuan  pendidikan  mencakup  perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan, dan pengembangan persekolahan, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. AMSP melibatkan sejumlah pihak, di antaranya mahasiswa, program studi, dan satuan pendidikan mitra. Agar pelaksanaan  kegiatan  dapat  berjalan  lancar, terencana, dan terukur, petunjuk teknis yang menguraikan proses dan peran setiap pihak sangat diperlukan. Tentu penyesuaian diperlukan dalam menerapkan Pendidikan era Revolusi 4.0. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri adanya wabah Covid-19 menjadi salah satu pendorong penerapan sistem ini. Di sisi lain selain dituntut memahami teknologi dan informasi serta cara mengimplementasikannya, tentu terdapat permasalahan yang timbul yaitu terkait sarana prasarana yang memadai. Misalnya peserta didik dari keluarga yang kurang mampu tidak memiliki laptop/smartphone. Maka kebijakan sudah seharusnya memperhatikan hal tersebut. Pihak sekolah memiliki Surat Keputusan (SK) peserta didik kurang mampu dan melakukan pendampingan belajar bagi mereka yang telah didata dengan memperoleh subsidi silang atau pemecahan masalah lainnya.
F FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN JENIS PULPITIS PADA ANAK USIA SEKOLAH Alit Suwandewi; Subahan Sanusi
Journal of Nursing Invention Vol. 1 No. 2 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v1i2.20

Abstract

Dental and oral health is an integral part of overall health so it needs to be cultivated throughout the community. Pulpitis is a disease that commonly occurs in teeth. The purpose of this study was to determine factors associated with the type of pulpitis in school-age children in the dental clinic at the Mabu'un Health Center in Tabalong Regency. This study has a cross sectional design. The sample in this study were 31 respondents with a purposive sampling technique. Data analysis uses Chi-square test. The results of research on the most sexes with a women category was obtained 17 respondents (54.8%). The habit of brushing the most teeth with a enough category was obtained 20 respondents (64.52%). Behavior Maintenance of oral and dental health most with a enough categories was obtained by 24 respondents (77.43%). The highest incidence of pulpitis with a reversible category was obtained by 29 respondents (93.55%). There is no correlation between sex with the type of Pulpitis in school-age children. There is a correlation between the habit of brushing teeth on the type of Pulpitis in school-age children. There is a correlation between oral and dental health care behaviors towards pulpitis types in school-age children.
P PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PROGRAM ISI PIRINGKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL Alit Suwandewi; Hiryadi Hiryadi; Miranti Rahayu
Journal of Nursing Invention Vol. 2 No. 2 (2021): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v2i2.142

Abstract

Background: Nutritional status is the expression of a state of balance in the form of certain variables or the manifestation of nutriture in the form of certain variables. Nutritional status is very important for pregnant women because it has a very large effect on fetal development and growth. Objective: This study is to determine the effect of providing health education on the plate content program on the level of knowledge of pregnant women in the working area of the Pekauman Health Center. Method: This research is a Pre Experimental design using the One Group Pre test - Post test design conducted in June 2021 with the intervention of providing health education on the contents of my plate program. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Test Statistical Test. The sample in this study were 65 pregnant women in the Pekauman Health Center Working Area. The sampling technique was purposive sampling. Results: At the level of knowledge of pregnant women before and after the P value is 0.000 <0.05, thus it can be concluded that there is an effect of providing health education on the contents of my plate program on the level of knowledge of pregnant women. Pregnant women are expected to increase information related to the balanced nutrition program (contents of my plate) and understand about the portion of a day's meal so that mothers and babies are healthy and can prevent anemia in pregnancy. Suggestion: Health services are expected to further improve health services, especially providing health education on the contents of my plate program for pregnant women.
Pendekatan Budaya melalui Program Pengelolaan Anak Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan dengan Pendekatan Penta Helix di Kabupaten Banjar Angga Irawan; Alit Suwandewi; Darmayanti Wulandatika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8081

Abstract

ABSTRAK Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045, dalam mepersiapkan SDM unggul masih menghadapi tantangan bernama "stunting". Penyebab stunting umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi kombinasi dari beberapa penyebab stunting. Sebuah konsep yang dapat di implementasi dalam pencegahan penangganan stunting yaitu program pengabdian masyarakat dengan pendekatan penta helix yang diharapkan saling berkolaborasi dan bersinegris dalam kegiatan masyarakat dalam program pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini adalah implementasi peran penta helix dalam upaya penanggulangan stunting peningkatan pengetahuan dan sikap dari para peserta kegiatan pengabdian sebelum dan sesudah dilakukan implementasi program. Pengabdian masyarakat dilakukan mulai pada tanggal 16 Juni sampai dengan tanggal 03 September 2022 di Kabupaten Banjar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan secara langsung dengan pendekatan penta helix dengan melibatkan 5 unsur yaitu: Pemegang Kebijakan, Tokoh Masyarakat, Media, Institusi Pendidikan dan Masyarakat dengan metode Fokus Group Discussion (FGD). Hasil ketercapaian kehadiran peserta mencapai 100%, Ketercapaian tujuan kegiatan FGD secara umum sudah baik, Pemeriksaan pada balita tercapai dengan baik menggunakan alat bantu KKA, tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita mengenai stunting dapat dievaluasi, Penyampaian materi berlangsung baik dan dihadiri oleh total 95% dari jumlah yang menjadi sasaran dalam program, Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan lancar setelah kegiatan pemeriksaan dan promosi gizi dilaksanakan. Masyarakat ikut berperan penting, karena kesadaran dan pemahaman masyarakat merupakan kunci utama dalam upaya mencegah dan mengatasi stunting, dan upaya deteksi dini anak dengan stunting penting untuk dilakukan selain pemberian stimulasi tumbuh kembang yang tepat bagi anak. Kata Kunci: Anak Stunting, Pemberian Makanan Tambahan, Penta Helix  ABSTRACT Superior and quality Human Resources is a requirement to bring Indonesia Forward in 2045, in preparing superior human resources they still face a challenge called "stunting". The causes of stunting generally do not stand alone, but are a combination of several causes of stunting. A concept that can be implemented in preventing stunting is a community service program with a penta helix approach which is expected to collaborate and synergize in community activities in stunting prevention programs. The purpose of this activity is to implement the role of the penta helix in stunting prevention efforts to increase the knowledge and attitudes of the participants in community service activities before and after implementing the program. Community service is carried out starting on June 16 to September 3, 2022 in Banjar Regency. Service activities are carried out through direct counseling with a penta helix approach involving 5 elements, namely: Policy Holders, Community Leaders, Media, Educational Institutions and the Community with the Focus Group Discussion (FGD) method. The results of the achievement of participant attendance reached 100%, The achievement of the objectives of the FGD activities in general was good, the examination of toddlers was well achieved using KKA aids, the level of knowledge and attitudes of mothers who had toddlers about stunting could be evaluated, Material delivery went well and was attended by a total of 95 % of the number targeted in the program. Monitoring and evaluation activities are carried out smoothly after the nutritional inspection and promotion activities are carried out. The community plays an important role, because public awareness and understanding is the main key in efforts to prevent and overcome stunting, and early detection of children with stunting is important in addition to providing proper growth and development stimulation for children.                                                                                          Keywords: Stunting Children, Supplementary Feeding, Penta Helix
Co-Authors Ahmad Juliadi Ahmad, Hairul Angga Irawan Anggeriyane, Esme Anita Agustina Anita Agustina, Anita Aprillia, Hanura Aprilya, Anissa Suci Ayu, Sherly Azidin, Yustan Daiyah, Isrowiyatun Dewi Anjani, Amellia Diah Retno Wulan Diah Retno Wulan Didy Ariady Dyah Yarlitasari Fadillah, M. Fajriani, Hanifa Rizky Halimatus Sa’diah Hanafi Rizani Hanura Aprilia, Hanura Heriani, Novia Herliyanti Herliyanti, Herliyanti Hiryadi Hiryadi Hiryadi Hiryadi Hiryadi, Hiryadi Husnul Khatimah Isrowiyatun Daiyah Iswantoro, Iswantoro Izma Daud, Izma Khairina, Salsabila Syifa Nur Laili Febrianingrum Latifah LATIFAH Linda linda Lisnawati , Ica Lukman Harun Mahabbatul Layna Fadli Mareliana Putri, Gusti Indah Mariani Mariani Mariani Marthuridy, Roly Marwan Maryam Maryam Maryam Maryam Mathuridy, Roly Marwan Maylani, Resty Silvia Meti Agustini Milasari Milasari Millati, Rida' Mimin Hafizatul Maulida Mimin Hafizatul Maulida Mira Mira Miranti Rahayu Miranti Rahayu Mohamad Hamsanie Muhammad Anwari Muhammad Ferdy Baihaqi Muhammad Ferdy Baihaqi Munawarah, Raudatul Ngalimun Ngalimun Ngalimun, Ngalimun Noor , Ahmad Ferdy Noor Khalilati Noor Khalilati, Noor Norfriati, Norfriati Norhidayat, Muhammad NURHALIMAH Nurhalimah Nusa Taruna Putra Prisilia, Ni Kadek Neviska Rahma, Annisa Raudatul Munawarah Rida&#039; Millati Salamiah, Dea Sherly Meilianty Shofaniah Shofaniah Shofaniah, Shofaniah Siti Aisyah Solikin Solikin Sonia Sonia Stefina Merrysa Christine Subahan Sanusi Subahan Sanusi Tri Tunggal, Tri Wulan, Diah Retno Wulandatika , Darmayanti Yurida Olviani, Yurida zaqyyah huzaifah, zaqyyah