Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan PT Pertamina (Persero) Berdasarkan Rasio Keuangan Periode 2020-2024 Zahrotul Ingsyira; Putri Rahmatillah; Imelda Yasyifa Erliza; Alya Trigina Purwati; Luluk Hanifah
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 2: October - December 2025
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i2.231

Abstract

PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha milik negara strategis di sektor energi Indonesia menghadapi tantangan signifikan selama periode 2020–2024, yang ditandai dengan pandemi COVID-19, volatilitas harga minyak dunia, serta awal transisi energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan melalui rasio keuangan utama, yaitu likuiditas (Current Ratio), solvabilitas (Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio), serta profitabilitas (Return on Assets), guna mengevaluasi resiliensi dan adaptabilitas manajemen dalam menghadapi kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian. Metode penelitian menggunakan analisis rasio keuangan deskriptif kuantitatif berbasis data primer dari laporan keuangan tahunan PT Pertamina (Persero) periode 2020–2024. Rasio-rasio dihitung secara standar dan dibandingkan dengan standar industri serta tren tahunan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio rata-rata mencapai 202% dengan nilai tertinggi 227% pada 2024, mengindikasikan likuiditas yang sangat baik meskipun sempat menurun pada 2021–2022. Debt to Assets Ratio rata-rata 55% dan Debt to Equity Ratio rata-rata 133% menunjukkan struktur modal yang relatif tinggi namun masih wajar untuk industri capital-intensive, dengan tren penurunan positif pada fase pemulihan (2023–2024). Return on Assets mengalami peningkatan signifikan dari 1,52% pada 2020 menjadi 4,87% pada 2023, meskipun sedikit menurun menjadi 3,48% pada 2024, mencerminkan keberhasilan optimalisasi biaya dan efisiensi operasional pasca-pandemi. Kesimpulannya, PT Pertamina (Persero) menunjukkan resiliensi keuangan yang kuat selama periode 2020–2024 dengan perbaikan progresif pada hampir seluruh rasio keuangan utama. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi manajemen yang prudent mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempersiapkan perusahaan menghadapi transisi energi berkelanjutan di masa depan. Abstract PT Pertamina (Persero), a strategic state-owned enterprise in Indonesia's energy sector, faced significant challenges during the 2020–2024 period, marked by the COVID-19 pandemic, global oil price volatility, and the beginning of the national energy transition. This study aims to analyze the company's financial performance through key financial ratios, namely liquidity (Current Ratio), solvency (Debt to Assets Ratio and Debt to Equity Ratio), and profitability (Return on Assets), to evaluate management resilience and adaptability in facing uncertain external conditions. The research method uses quantitative descriptive financial ratio analysis based on primary data from PT Pertamina (Persero)'s annual financial reports for the 2020–2024 period. Ratios are calculated according to standard procedures and compared with industry standards and annual trends to assess the company's financial condition. The results show that the Current Ratio averaged 202% with a peak value of 227% in 2024, indicating excellent liquidity despite a decline in 2021–2022. The average Debt-to-Assets Ratio of 55% and the average Debt-to-Equity Ratio of 133% indicate a relatively high but still reasonable capital structure for a capital-intensive industry, with a positive downward trend during the recovery phase (2023–2024). Return on Assets experienced a significant increase from 1.52% in 2020 to 4.87% in 2023, although it decreased slightly to 3.48% in 2024, reflecting the success of post-pandemic cost optimization and operational efficiency. In conclusion, PT Pertamina (Persero) demonstrated strong financial resilience during the 2020–2024 period with progressive improvements in almost all key financial ratios. These findings imply that a prudent management strategy is able to support national energy security while preparing the company for a sustainable energy transition in the future.
Strategi Digitalisasi Koperasi dan UMKM dalam Menghadapi Dominasi Marketplace Modern Nor Laeli; Dewi Ayu Anggraini; Via Agustin Ni Matur Rohmah; Yolanda Merdiana; Alya Trigina Purwati
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 3 No. 1: July - September 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v3i1.250

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak yang besar terhadap perubahan pola transaksi serta perilaku konsumen di era modern saat ini. Kehadiran marketplace modern mempermudah masyarakat dalam melakukan kegiatan jual beli dengan lebih cepat, praktis, dan efisien. Namun demikian, perkembangan marketplace yang semakin dominan juga menjadi tantangan bagi koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjaga daya saing di tengah persaingan pasar digital yang semakin ketat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi digitalisasi yang dapat diterapkan oleh koperasi dan UMKM dalam menghadapi dominasi marketplace modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur, yaitu mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti jurnal, artikel ilmiah, dan referensi lain yang relevan.Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya digitalisasi koperasi dan UMKM dapat dilakukan melalui beberapa strategi, di antaranya pemanfaatan media sosial sebagai media promosi, penggunaan platform e-commerce, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi digital, serta pengembangan inovasi produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dengan menerapkan strategi digitalisasi secara tepat, koperasi dan UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta tetap bertahan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang terus berkembang. AbstractThe advancement of digital technology has significantly impacted changes in transaction patterns and consumer behavior in the modern era. The presence of modern marketplaces has made it easier for people to conduct buying and selling activities in a faster, more practical, and efficient manner. However, the increasing dominance of these marketplaces also poses challenges for cooperatives and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in maintaining their competitiveness amid intensifying digital market competition.This study aims to examine digitalization strategies that can be implemented by cooperatives and MSMEs in response to the dominance of modern marketplaces. The research method employed is a descriptive qualitative approach using a literature study, which involves collecting data from journals, scientific articles, and other relevant sources.The findings indicate that digitalization efforts for cooperatives and MSMEs can be carried out through several strategies, including the utilization of social media as a promotional tool, the use of e-commerce platforms, improving human resource competencies in digital technology, and developing product and service innovations based on consumer needs. By implementing appropriate digitalization strategies, cooperatives and MSMEs are expected to enhance their competitiveness and sustain their existence in the rapidly evolving digital economy.