Restri Yulastri
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Pendidikan Agama Islam Berbasis Pluralisme Dalam Membentuk Karakter Toleran Generasi Z Indriayu Ramadhani; Cici Wulandari; Muhammad Fajar; Aditya; Restri Yulastri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/v3vhgs15

Abstract

This study discusses the urgency of pluralism-based Islamic Religious Education in shaping the tolerant character of Generation Z amid the development of the digital era and multicultural society. The phenomenon of intolerance, narrow fanaticism, and the spread of hate speech through social media indicate the need for a more inclusive and humanistic approach to religious education. This study aims to analyze the importance of pluralism-based Islamic Religious Education in developing tolerant, moderate, and diversity-respecting attitudes among Generation Z. The research method used is qualitative research with a library research approach through collecting data from books, scientific journals, and research articles published between 2020–2025 relevant to the research topic. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that pluralism-based Islamic Religious Education can strengthen tolerant character, increase social awareness, and develop religious moderation attitudes among Generation Z. This study contributes to the development of Islamic Religious Education that is more contextual and relevant to the challenges of the digital era. Therefore, strengthening pluralism values in religious education is an important step in maintaining harmony and social cohesion in multicultural societies. Abstrak Penelitian ini membahas urgensi Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme dalam membentuk karakter toleran Generasi Z di tengah perkembangan era digital dan masyarakat multikultural. Fenomena intoleransi, fanatisme sempit, dan penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan agama yang lebih inklusif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme dalam membangun sikap toleran, moderat, dan menghargai keberagaman pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian terbitan tahun 2020–2025 yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme mampu memperkuat karakter toleran, meningkatkan kesadaran sosial, serta membangun sikap moderasi beragama pada Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan era digital. Dengan demikian, penguatan nilai pluralisme dalam pendidikan agama menjadi langkah penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial masyarakat multikultural.
Konsep Pendidikan Multikultural Perspektif Tokoh Islam Indonesia dan Relevansinya dengan PAI Kontemporer Ahmad Julizar; Ainur Rafiq; Abdul Hadi Alghani; Alfaza Rizki Siagian; Muhammad Iqbal; Restri Yulastri
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.463

Abstract

endidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan membangun sikap saling menghargai, toleransi, dan keadilan dalam masyarakat yang majemuk. Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif tokoh-tokoh Islam Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid, Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, dan Ahmad Syafii Maarif, serta relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer. Kajian dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis gagasan, landasan teologis, dan implementasi pendidikan multikultural dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa para tokoh tersebut menempatkan keberagaman sebagai sunnatullah yang harus dikelola melalui pendidikan yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Landasan pendidikan multikultural juga didukung oleh ajaran Al-Qur’an dan hadis yang menegaskan pentingnya penghormatan terhadap perbedaan. Dalam konteks PAI kontemporer, pendidikan multikultural berperan penting dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan eksklusivisme keagamaan, sekaligus membentuk peserta didik yang religius, moderat, demokratis, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam