This study discusses the urgency of pluralism-based Islamic Religious Education in shaping the tolerant character of Generation Z amid the development of the digital era and multicultural society. The phenomenon of intolerance, narrow fanaticism, and the spread of hate speech through social media indicate the need for a more inclusive and humanistic approach to religious education. This study aims to analyze the importance of pluralism-based Islamic Religious Education in developing tolerant, moderate, and diversity-respecting attitudes among Generation Z. The research method used is qualitative research with a library research approach through collecting data from books, scientific journals, and research articles published between 2020–2025 relevant to the research topic. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that pluralism-based Islamic Religious Education can strengthen tolerant character, increase social awareness, and develop religious moderation attitudes among Generation Z. This study contributes to the development of Islamic Religious Education that is more contextual and relevant to the challenges of the digital era. Therefore, strengthening pluralism values in religious education is an important step in maintaining harmony and social cohesion in multicultural societies. Abstrak Penelitian ini membahas urgensi Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme dalam membentuk karakter toleran Generasi Z di tengah perkembangan era digital dan masyarakat multikultural. Fenomena intoleransi, fanatisme sempit, dan penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan agama yang lebih inklusif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme dalam membangun sikap toleran, moderat, dan menghargai keberagaman pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian terbitan tahun 2020–2025 yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme mampu memperkuat karakter toleran, meningkatkan kesadaran sosial, serta membangun sikap moderasi beragama pada Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan era digital. Dengan demikian, penguatan nilai pluralisme dalam pendidikan agama menjadi langkah penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial masyarakat multikultural.
Copyrights © 2026