Frans Lianto Heruten
Program Sarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Indonesia1

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Vitamin D3 sebagai Imunomodulator: Dampaknya terhadap Rasio Neutrofil dan Limfosit pada Tikus Model Diabetes Melitus Tipe 2 Frans Lianto Heruten; Wahyuni Dyah Parmasari; Heru Setiawan; Titiek Suharyati
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 12 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v12i1.47618

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh kadar glukosa darah tinggi akibat penurunan sensitivitas insulin, kerusakan fungsi sel β pankreas, dan berkaitan dengan aktivasi inflamasi sistemik tingkat rendah yang berlangsung kronik. Parameter hematologi yang praktis dan terjangkau untuk memperkirakan derajat inflamasi sistemik adalah rasio neutrofil–limfosit (RNL). Peningkatan RNL telah dilaporkan berhubungan dengan progresivitas dan komplikasi diabetes melitus. Vitamin D3 diketahui memiliki efek imunomodulator dan antiinflamasi, namun pengaruhnya terhadap RNL pada kondisi DMT2 masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian vitamin D3 terhadap rasio neutrofil dan limfosit pada tikus model DMT2. Desain penelitian yaitu eksperimental laboratorik dengan pendekatan post-test only control group. Sebanyak 24 ekor tikus Wistar jantan dibagi ke dalam 6 kelompok: kelompok kontrol negatif (K-) berupa tikus normal dengan pemberian aquades; kelompok kontrol positif (K+) berupa tikus yang diinduksi hiperglikemia menggunakan aloksan dosis 120–150 mg/kgBB dan diberikan aquades; serta kelompok perlakuan (P1) dan (P2) yang menerima vitamin D3 dosis 1000 IU/kgBB dan 2000 IU/kgBB per hari setelah diinduksi diabetes. Setelah 4 minggu, dilakukan pemeriksaan darah untuk menilai jumlah neutrofil, limfosit, serta perhitungan rasio neutrofil–limfosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus yang mendapatkan vitamin D3 memiliki rata-rata neutrofil (P1 = 30% dan P2 = 27%) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (K- = 24% dan K+ = 23%), sedangkan untuk rata-rata limfosit (P1 = 70% dan P2 = 72%) sedikit lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (K- = 76% dan K+ = 76%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian vitamin D3 dapat memengaruhi profil leukosit, khususnya dengan meningkatkan persentase neutrofil dan menurunkan persentase limfosit pada tikus penelitian, namun hasil uji One way Anova diperoleh p-value 0,849 (p> 0,05) yang menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian vitamin D3 tidak berpengaruh terhadap rasio neutrofil– limfosit pada tikus DMT2.