Jurnal Kedokteran Raflesia
Vol 12 No 1 (2026): Juni

Vitamin D3 sebagai Imunomodulator: Dampaknya terhadap Rasio Neutrofil dan Limfosit pada Tikus Model Diabetes Melitus Tipe 2

Frans Lianto Heruten (Program Sarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Indonesia1)
Wahyuni Dyah Parmasari (Department Forensic,Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ,Indonesia"
})

Heru Setiawan (Department Biomedik- Imunologi, Medical Faculty, Wijaya Kusuma UniversitySurabaya, Indonesia3)
Titiek Suharyati (Department Pathology- Annatomy, Medical Faculty, Wijaya Kusuma UniversitySurabaya, Indonesia4)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2026

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh kadar glukosa darah tinggi akibat penurunan sensitivitas insulin, kerusakan fungsi sel β pankreas, dan berkaitan dengan aktivasi inflamasi sistemik tingkat rendah yang berlangsung kronik. Parameter hematologi yang praktis dan terjangkau untuk memperkirakan derajat inflamasi sistemik adalah rasio neutrofil–limfosit (RNL). Peningkatan RNL telah dilaporkan berhubungan dengan progresivitas dan komplikasi diabetes melitus. Vitamin D3 diketahui memiliki efek imunomodulator dan antiinflamasi, namun pengaruhnya terhadap RNL pada kondisi DMT2 masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian vitamin D3 terhadap rasio neutrofil dan limfosit pada tikus model DMT2. Desain penelitian yaitu eksperimental laboratorik dengan pendekatan post-test only control group. Sebanyak 24 ekor tikus Wistar jantan dibagi ke dalam 6 kelompok: kelompok kontrol negatif (K-) berupa tikus normal dengan pemberian aquades; kelompok kontrol positif (K+) berupa tikus yang diinduksi hiperglikemia menggunakan aloksan dosis 120–150 mg/kgBB dan diberikan aquades; serta kelompok perlakuan (P1) dan (P2) yang menerima vitamin D3 dosis 1000 IU/kgBB dan 2000 IU/kgBB per hari setelah diinduksi diabetes. Setelah 4 minggu, dilakukan pemeriksaan darah untuk menilai jumlah neutrofil, limfosit, serta perhitungan rasio neutrofil–limfosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus yang mendapatkan vitamin D3 memiliki rata-rata neutrofil (P1 = 30% dan P2 = 27%) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (K- = 24% dan K+ = 23%), sedangkan untuk rata-rata limfosit (P1 = 70% dan P2 = 72%) sedikit lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (K- = 76% dan K+ = 76%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian vitamin D3 dapat memengaruhi profil leukosit, khususnya dengan meningkatkan persentase neutrofil dan menurunkan persentase limfosit pada tikus penelitian, namun hasil uji One way Anova diperoleh p-value 0,849 (p> 0,05) yang menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian vitamin D3 tidak berpengaruh terhadap rasio neutrofil– limfosit pada tikus DMT2.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jukeraflesia

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal ...