Welti Wediasti
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KAWASAN WISATA BAHARI KAMPUNG MELAYU MELALUI PENDAMPINGAN LINGUISTIC LANDSCAPE BERBASIS ABCD Febriani Setianingrum; Ertin Gita Puspita; Fadhly Refaldho; Ferdian Subekti; Fenny Andela Syafitri; Welti Wediasti
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 2 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/pzz7tk84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata bahari Kampung Melayu melalui pengembangan linguistic landscape dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan identitas destinasi wisata berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model pendampingan partisipatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan pengelola wisata, masyarakat setempat, kelompok pemuda, pelaku UMKM, dan wisatawan. Implementasi pendekatan ABCD dilakukan melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny yang berorientasi pada identifikasi aset komunitas dan pengembangan identitas visual kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Melayu memiliki potensi budaya, sosial, dan ekonomi yang kuat untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Program pendampingan berhasil meningkatkan kualitas linguistic landscape melalui penyediaan media informasi dwibahasa, penguatan slogan berbasis budaya lokal, serta pengembangan media edukasi dan identitas visual kawasan. Perubahan tersebut tidak hanya memperkuat citra destinasi wisata, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan dan memperluas representasi budaya Melayu di ruang publik wisata. Secara teoretis, penelitian ini menunjukkan bahwa linguistic landscape dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan identitas budaya lokal dengan pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas. Temuan ini memperkaya kajian linguistic landscape yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek kebahasaan, dengan menempatkannya sebagai strategi penguatan identitas dan pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis aset masyarakat. Kata Kunci: Linguistic Landscape, Pemberdayaan Masyarakat, Wisata Bahari, ABCD, Budaya Melayu  
Penguatan Pemahaman Pembentukan Kata Religius melalui Model Discovery Learning Welti Wediasti; Wisma Yunita; Kosi'ah Jalbani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.11191

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran pembentukan kata religius pada teks media digital serta mengungkap pemaknaan mahasiswa terhadap proses menemukan dan menafsirkan kata religius secara mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan Narrative Inquiry dengan metode kualitatif. Partisipan penelitian adalah mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, jurnal reflektif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic narrative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning mendorong mahasiswa aktif mengidentifikasi dan menganalisis pembentukan kata religius dalam teks media digital. Mahasiswa mampu mengenali berbagai proses pembentukan kata, seperti afiksasi, pemajemukan, dan serapan, serta memahami maknanya berdasarkan konteks penggunaan. Selain itu, mahasiswa memaknai proses penemuan mandiri sebagai pengalaman belajar yang membantu mereka menghubungkan struktur kata dengan makna kontekstual. Pembelajaran juga menunjukkan perubahan pemahaman mahasiswa dari orientasi struktural menuju pemahaman yang lebih kontekstual terhadap penggunaan kata religius dalam media digital. Temuan ini menunjukkan bahwa Discovery Learning mendukung pembelajaran morfologi yang lebih aktif dan bermakna.
Penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence (Cs) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Fiksi Pada Siswa Kelas VIII SMP N 21 Kota Bengkulu Natiara Oktavi; Adisel; Welti Wediasti
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2025): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v3i3.243

Abstract

Application of the Concept Sentence (CS) Learning Model to Improve Fiction Writing Skills Among Grade VIII Students at SMP N 21 in Bengkulu City. This study aims to: to describe how the CS learning model can improve students' fiction writing skills. In Grade VIII students at SMP N 21 in Bengkulu City. This study is a classroom action research project. The research subjects are one Indonesian language teacher and 34 students. The objective is to improve students' ability to write fiction. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was qualitative descriptive analysis with percentages. The results indicate that students' fiction writing skills improved after instructional improvements were implemented through the Concept Sentence (CS) learning model. The improvement in writing skills can be demonstrated by the fact that their scores were above the previously established KKTP. The previous standard was 75. Therefore, it can be concluded that the Concept Sentence (CS) learning model improves students' fiction writing skills in eighth grade D.