Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Keluarga sebagai Mikrosistem dalam Membentuk Kemandirian Anak Kajian Teori Ekologi Bronfenbrenner Kaloka Adi Pranawa; Rifqy Ahmad Arief; Hebron Arya Muhammad
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wzh9ma31

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada anak usia dini yang perlu distimulasi sejak awal melalui lingkungan terdekat, terutama keluarga. Dalam perspektif teori ekologi Bronfenbrenner, keluarga dipandang sebagai mikrosistem yang berpengaruh langsung terhadap perkembangan perilaku anak, termasuk kemandirian dan regulasi emosi. Hasil asesmen awal dan pendampingan pada satu keluarga dengan anak usia 4 tahun 6 bulan menunjukkan bahwa anak telah memiliki beberapa kemampuan mandiri, seperti makan, minum, dan toilet training secara mandiri, tetapi masih mengalami kesulitan dalam memakai baju secara lengkap serta mudah menangis ketika menghadapi kegagalan dalam menyelesaikan tugas sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak, khususnya dalam berpakaian, serta memperkuat regulasi emosi anak melalui pendampingan pola asuh pada keluarga. Kegiatan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada satu keluarga inti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Pendampingan dilaksanakan selama dua minggu dengan strategi modelling, scaffolding, validasi emosi, dan pujian berbasis usaha. Setelah pendampingan, anak mulai menunjukkan peningkatan kemandirian dalam memakai baju, yaitu mampu memasukkan kepala dan satu lengan secara mandiri, meskipun masih membutuhkan bantuan pada bagian kancing atau risleting. Anak juga mulai mampu mencoba kembali ketika mengalami kesulitan dalam bermain puzzle, dengan frekuensi menangis yang menurun. Orang tua menunjukkan perubahan dalam pola pengasuhan, yaitu lebih sabar, tidak terlalu cepat membantu, serta lebih konsisten memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri. Kesimpulan: Pendampingan keluarga sebagai mikrosistem melalui pola asuh yang suportif, konsisten, dan responsif membantu meningkatkan kemandirian dan regulasi emosi anak usia dini. Keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses stimulasi tersebut
Edukasi “SMART USE, SMARTLIFE” Sebagai Upaya Penggunaan Gawai Secara Bijak Pada Siswa SD 3 Puyoh Rifqy Ahmad Arief; Revaliana; Marcelina; Edris Zamroni
Nawasena Bhakti Vol. 2 No. 2 (2026): Nawasena Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Badan Usaha Milik Desa Berkaho Pungpungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64084/nawasenabhakti.v2i2.208

Abstract

The use of digital devices among elementary school students is becoming increasingly widespread, yet this trend has not been fully matched by an understanding of safe, healthy, and responsible usage. This community service activity aimed to enhance the knowledge, understanding, and awareness of 5th and 6th-grade students at SD 3 Puyoh regarding the wise use of digital devices through the “SMART USE, SMART LIFE” program. Twenty-two students participated in the activity, which employed a community education method utilizing an educational and participatory approach comprising preparation, implementation, evaluation, and reflection stages. The material was structured around the five SMART principles (Safe, Mindful, Appropriate, Respectful, and Think). Evaluation was conducted via oral questioning based on four indicators of understanding. Evaluation results indicated that the majority of participants were able to explain the benefits and negative impacts of device usage, understood the five SMART principles, and demonstrated a commitment to limiting device usage while increasing non-digital activities. These achievements indicate that the understanding indicators established for the activity were met. The “SMART USE, SMART LIFE” program fosters improved student understanding and awareness regarding safe, healthy, and responsible device usage and holds the potential for sustainable development through the guidance of parents and teachers.