Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI SOSIAL DAN SPASIAL KAMUNG WISATA DI YOGYAKARTA: : Memahami Produksi Ruang dalam Pariwisata melalui Teori Lefebvre Yusuf Hermawan; Danny Rizky Ramadhan; Wisnu Pramudya; Dyah Kemala Firdausi
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.03

Abstract

Penelitian ini membahas dilema pengembangan kampung wisata yang muncul akibat ketegangan antara kebutuhan ruang untuk wisatawan dan keterbatasan ruang hidup warga lokal. Dalam konteks perkotaan yang padat, kampung wisata mengalami transformasi spasial dari ruang hunian menjadi ruang wisata yang sarat kepentingan ekonomi, estetika, dan sosial. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan paradigma kritis, menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di kampung wisata perkotaan. Analisis dilakukan dengan kerangka teori produksi ruang Lefebvre (1991) yang meliputi tiga dimensi: spatial practice, representations of space, dan representational space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level praktik, warga beradaptasi secara improvisatif terhadap tekanan pariwisata dengan mengubah ruang domestik menjadi ruang ekonomi. Pada level representasi, kebijakan dan estetika ruang yang dikendalikan oleh pemerintah serta pelaku wisata menimbulkan hegemoni terhadap citra ruang lokal. Sementara itu, pada level makna, terjadi pergeseran identitas dari ruang komunal menjadi ruang konsumsi wisata.
Persepsi Wisatawan Nusantara tentang Mutu Aksesibilitas Pariwisata Warisan Budaya Pulau Penyengat Danny Rizky Ramadhan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12028

Abstract

Pulau Penyengat ialah destinasi wisata warisan budaya di Kota Tanjungpinang yang memiliki ragam peninggalan sejarah dan dikunjungi oleh wisatawan Nusantara setiap tahun. Namun, jumlah kunjungan dalam beberapa tahun memiliki tren yang fluktuasi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kualitas aksesibilitas, khususnya keterbatasan layanan moda transportasi pompong dan bentor yang dapat memberikan pengaruh pada kepuasan serta pengalaman wisatawan. Penelitian secara khusus mengkaji kualitas layanan transportasi berdasarkan persepsi wisatawan Nusantara du Pulau Penyengat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi wisatawan Nusantara yang mengunjungi Pulau Penyengat. Penelitian ini menunjukan bahwa layanan pompong dan bentor mendapatkan persepsi positif hingga sangat positif terutama pada pada dimensi jaminan, empati, daya tanggap, keandalan, jaminan, dan bukti fisik. Kualitas layanan memiliki hubungan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin dan frekuensi kunjungan. Penelitian ini terbatas pada wisatawan Nusantara, satu lokasi penelitian, dan penggunaan accidental sampling. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, keandalan jadwal, serta standar pelayanan transportasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan probability sampling, melibatkan wisatawan mancanegara, dan membandingkan beberapa destinasi warisan budaya.