Pulau Penyengat ialah destinasi wisata warisan budaya di Kota Tanjungpinang yang memiliki ragam peninggalan sejarah dan dikunjungi oleh wisatawan Nusantara setiap tahun. Namun, jumlah kunjungan dalam beberapa tahun memiliki tren yang fluktuasi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kualitas aksesibilitas, khususnya keterbatasan layanan moda transportasi pompong dan bentor yang dapat memberikan pengaruh pada kepuasan serta pengalaman wisatawan. Penelitian secara khusus mengkaji kualitas layanan transportasi berdasarkan persepsi wisatawan Nusantara du Pulau Penyengat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi wisatawan Nusantara yang mengunjungi Pulau Penyengat. Penelitian ini menunjukan bahwa layanan pompong dan bentor mendapatkan persepsi positif hingga sangat positif terutama pada pada dimensi jaminan, empati, daya tanggap, keandalan, jaminan, dan bukti fisik. Kualitas layanan memiliki hubungan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin dan frekuensi kunjungan. Penelitian ini terbatas pada wisatawan Nusantara, satu lokasi penelitian, dan penggunaan accidental sampling. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, keandalan jadwal, serta standar pelayanan transportasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan probability sampling, melibatkan wisatawan mancanegara, dan membandingkan beberapa destinasi warisan budaya.