Pendahuluan; Kualitas tidur yang baik penting bagi kesehatan dan perkembangan remaja. Namun, prevalensi kualitas tidur buruk pada remaja masih cukup tinggi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kualitas tidur adalah asupan protein karena mengandung asam amino triptofan yang berperan dalam pembentukan serotonin dan melatonin sebagai pengatur siklus tidur. Tujuan; untuk menganalisis hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Batik 2 Surakarta. Bahan dan Metode; penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 146 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian diawali dengan penentuan populasi dan seleksi responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data asupan protein menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) selama tiga bulan terakhir, sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis hubungan antara asupan protein dan kualitas tidur dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment, sedangkan hubungan dengan komponen kualitas tidur dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil; penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur dengan nilai p (0,236) maupun dengan komponen kualitas tidur (kualitas tidur subjektif p=0,341; latensi tidur p=0,420; durasi tidur p=0,348; efisiensi tidur p=0,700; gangguan tidur p=0,428; penggunaan obat tidur p=0,721; disfungsi aktivitas siang hari p=0,888). Kesimpulan; Asupan protein tidak berhubungan dengan kualitas tidur dan komponen kualitas tidur pada remaja, sehingga peningkatan kualitas tidur perlu mempertimbangkan faktor lain seperti gaya hidup, perilaku tidur, dan kondisi psikologisKata Kunci : Asupan protein, kualitas tidur, remaja, PSQI