Choirul Anwar
Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akhlak Personal dalam Islam: Analisis Integratif atas Nilai Adil, Jujur, Amanah, dan Sabar serta Relevansinya bagi Pendidikan Islam R. Muhamad Ramdan; Choirul Anwar; Ali Maulida
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral yang terjadi dalam kehidupan individu yang menunjukkan lemahnya penerapan nilai-nilai akhlak dalam Islam. Manusia menghadapi tantangan moral yang komplek, krisis moral di era digital dan individulisme dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai akhlak personal yang meliputi sikap adil, jujur, amanah, dan sabar serta integrasinya dalam kehidupan individu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat nilai membentuk relasi fungsional: adil sebagai prinsip normatif, jujur sebagai fondasi integritas, amanah sebagai praksis tanggung jawab, dan sabar sebagai daya tahan moral. Integrasi keempat nilai tersebut membentuk karakter individu yang utuh dan berakhlak mulia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akhlak personal memiliki peran strategis dalam membangun kepribadian muslim yang ideal. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan formal. 
Perbedaan Individual Peserta Didik dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam: Implikasi Terhadap Pembelajaran Diferensiatif Choirul Anwar; Ali Maulida; Lina Marlina
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1031

Abstract

Perbedaan individu peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Agama Islam karena setiap peserta didik memiliki karakteristik, potensi, kemampuan, minat, bakat, serta perkembangan psikologis yang berbeda-beda. Dalam perspektif pendidikan Agama Islam, peserta didik dipandang sebagai individu yang memiliki fitrah dan potensi yang harus dikembangkan secara optimal melalui proses pendidikan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil (mutakamil). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan individual peserta didik dalam perspektif pendidikan Agama Islam serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan individual peserta didik meliputi aspek intelegensi, minat, bakat, gaya belajar, perkembangan emosional, latar belakang sosial, dan spiritualitas peserta didik. Perbedaan tersebut memiliki implikasi yang signifikan terhadap pemilihan strategi, metode, media, dan pendekatan pembelajaran. Pendidikan Agama Islam menekankan pentingnya pembelajaran diferensiatif yang menghargai keragaman peserta didik serta berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap perbedaan individual peserta didik sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif, inklusif, humanis, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa pembelajaran diferensiatif dalam pendidikan modern memiliki keselarasan filosofis dengan konsep fitrah, potensi, dan penghargaan terhadap keragaman individu dalam pendidikan Agama Islam, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran PAI yang humanis dan inklusif.