Perbedaan individu peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Agama Islam karena setiap peserta didik memiliki karakteristik, potensi, kemampuan, minat, bakat, serta perkembangan psikologis yang berbeda-beda. Dalam perspektif pendidikan Agama Islam, peserta didik dipandang sebagai individu yang memiliki fitrah dan potensi yang harus dikembangkan secara optimal melalui proses pendidikan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil (mutakamil). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan individual peserta didik dalam perspektif pendidikan Agama Islam serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan individual peserta didik meliputi aspek intelegensi, minat, bakat, gaya belajar, perkembangan emosional, latar belakang sosial, dan spiritualitas peserta didik. Perbedaan tersebut memiliki implikasi yang signifikan terhadap pemilihan strategi, metode, media, dan pendekatan pembelajaran. Pendidikan Agama Islam menekankan pentingnya pembelajaran diferensiatif yang menghargai keragaman peserta didik serta berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap perbedaan individual peserta didik sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif, inklusif, humanis, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa pembelajaran diferensiatif dalam pendidikan modern memiliki keselarasan filosofis dengan konsep fitrah, potensi, dan penghargaan terhadap keragaman individu dalam pendidikan Agama Islam, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran PAI yang humanis dan inklusif.
Copyrights © 2026