Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Tata Kelola, Transparansi, dan Akuntabilitas Kelembagaan Kelompok Masyarakat Pesisir Melalui Pendampingan Partisipatif Mursidah; Uliyatul Mu'awwanah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2026): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juni 2026)
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/at-tamkin.v9i1.10594

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok masyarakat dan UMKM di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi melalui penguatan tata kelola organisasi, transparansi, dan akuntabilitas. Program dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya pesisir dan pengembangan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemetaan masalah, pelatihan, praktik pendampingan, penyusunan dokumen kelembagaan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 27 peserta yang berasal dari POKLATARI, POKDAKAN, KTH, POKLAHSAR, POKMASWAS, dan mitra program. Pendampingan dilaksanakan selama empat hari dengan materi tata kelola kelembagaan, Business Model Canvas (BMC), pengelolaan keuangan kelompok, pelaporan keuangan, audit komunitas, serta penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip good governance, menyusun model bisnis kelompok, melakukan pencatatan keuangan sederhana, serta menyusun laporan keuangan dan standar operasional prosedur (SOP) pelaporan. Luaran kegiatan berupa piagam tata kelola, Business Model Canvas, buku kas kelompok, format laporan keuangan, dan draft SOP pelaporan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan transparansi organisasi, serta keberlanjutan pengelolaan usaha kelompok. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan implementasi hasil program dan memperkuat kemandirian kelembagaan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dan lingkungan yang berkelanjutan.
Santripreneur as an Economic Transition Model for Santri After Pesantren: Entrepreneurship Training Study at Manbaul Ulum Mursidah; Ahmad Faizal
Musyarakah: Journal of Sharia Economic (MJSE) Vol 6, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction/Main Objectives: This study examines the santripreneur model as a strategy for supporting the economic transition of santri after completing their education in pesantren. The topic is important because many pesantren graduates possess strong religious competencies but still face challenges in achieving economic independence and adapting to the demands of the labor market and business sector. As pesantren continue to expand their role as educational and community empowerment institutions, entrepreneurship training has emerged as a strategic approach to strengthening the economic capacity of santri. Background Problems: The main issue addressed in this study is how entrepreneurship training contributes to the development of an effective santripreneur model that supports santri’s economic transition after pesantren. Novelty: The novelty of this research lies in the integration of entrepreneurship education, Islamic economic values, and economic transition within the pesantren context, which has received limited empirical attention in previous studies. Research Methods:  This study employs a qualitative case study approach at Manbaul Ulum Pesantren. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving 30 respondents consisting of pesantren administrators, santri participating in entrepreneurship training programs, and alumni who have established businesses after graduation. Findings/Results: The findings indicate that entrepreneurship training enhances entrepreneurial knowledge, practical skills, business attitudes, and self-confidence while strengthening the internalization of Islamic values. The santripreneur model has proven effective in preparing santri to engage in productive economic activities. Conclusion: This study concludes that santripreneur is a promising economic empowerment model for strengthening santri independence and supporting the development of a pesantren-based Islamic economic ecosystem