Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI KONSEP ETIKA POLITIK DALAM TEOLOGI ISLAM Eka Zuliana; Fathul Jannah
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i1.1341

Abstract

Bagi para pemikir politik, politik terkait erat dengan etika. Bedanya jika pemikir Yunani membicarakan keterkaitan itu dalam wilayah filsafat moral, sementara pemikir plitik islam mendiskusikan dalam naungan teologi. Konsep etika politik dalam teologi Islam berakar pada ajaran tauhid yang menempatkan Allah sebagai sumber segala kekuasaan. Manusia hanya bertindak sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengelola kehidupan sesuai dengan ketentuan-Nya. Prinsip ini melahirkan berbagai nilai politik seperti amanah, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Di era modern, ketika sistem politik menghadapi berbagai tantangan global, kajian mengenai relevansi etika politik dalam teologi Islam menjadi semakin penting. Nilai-nilai yang terkandung dalam teologi Islam dapat menjadi alternatif dalam membangun budaya politik yang berintegritas dan berkeadilan. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan, menganalisa, dan menjelaskan relevansi konsep etika politik dalam teologi islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) yaitu dengan cara meneliti, membaca, dan memahami buku-buku yang berkenaan dengan judul penelitian tersebut. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) atau analisis tekstual dan metode interprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan sosio-historis. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan melalui pendekatan kualitatif. Relevansi konsep Etika politik dalam teologi islam, meliputi; Pertama, Sejarah kemunculan politik dalam yaitu di mulai saat Muawiyyah tidak menerima pengangkatan Ali sebagai khalifah dan terjadilah peperangan antar keduanya yang dalam sejarah dikenal dengan perang Shiffin. Sebenarnya perseteruan tersebut dimenanangkan oleh pihak Ali bin Abi Thalib. Tetapi sewaktu pasukan Muawiyyah terdesak dan mulai tampak tanda-tanda kekalahan, Muawiyyah meminta salah satu utusannya untuk meletakkan al-Quran diatas tombak, kemudian menunjukkannya kepada pasukan Ali dan meminta perdamaian atau tahkim. Kedua, Konsep etika politik dalam teologi Islam adalah seperangkat nilai moral dan prinsip keagamaan yang mengatur bagaimana kekuasaan diperoleh, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan menurut ajaran Islam. Ketiga, Landasan dasar etika politik dalam teologi islam, yaitu Tauhid, Khilafah, Amanah, Mas'uliyyah (akuntabilitas). Prinsip-prinsip etika politik dalam teologi islam, yaitu Keadilan (al-'adl), Musyawarah (syura), Persamaan (al-musawah), Kemaslahatan (maslahah), Kejujuran dan Integritas. Keempat, Etika politik dalam teologi Islam sangat relevan karena menjembatani antara keyakinan (akidah), nilai moral (akhlak), dan praktik kekuasaan (siyasah). Berikut beberapa poin utama relevansi etika politik dalam teologi islam, yaitu: Politik sebagai bagian dari amanah moral, Keadilan sebagai prinsip teologis, Kekuasaan dibatasi oleh syariah dan nilai akhlak, Tanggung jawab pemimpin (khilafah), Koreksi terhadap penyalahgunaan agama dalam politik, Relevansi dalam konteks modern.
Pelatihan Parenting Islami bagi Orang Tua untuk Mencegah Krisis Moral Generasi Z Ahmad Ridwan; Yulia Warda; Nurul Hidyah; Fathul Jannah; Rukmana Prasetyo
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v5i1.1753

Abstract

  Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memberikan dampak signifikan terhadap perilaku generasi muda, khususnya Generasi Z. Rendahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget dan media sosial menyebabkan meningkatnya krisis moral pada remaja seperti menurunnya etika komunikasi, kecanduan media sosial, serta lemahnya penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan orang tua dalam menerapkan parenting Islami sebagai upaya pencegahan krisis moral Generasi Z. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, diskusi interaktif, dan pendampingan parenting Islami kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan masyarakat Kota Medan dengan melibatkan 35 orang tua sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pola asuh Islami sebesar 82%, peningkatan kesadaran pengawasan penggunaan media digital pada anak sebesar 78%, dan meningkatnya kemampuan orang tua dalam membangun komunikasi religius dalam keluarga sebesar 80%. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat pendidikan karakter Islami di lingkungan keluarga serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pembinaan moral anak di era digital.