Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Juri Gelis (Jumat Kreasi dan Gerakan Literasi) Sebagai Inovasi Kokurikuler Berbasis Kreasi Seni Dalam Membangun Kepercayaan Diri Peserta Didik di SD Negeri Karanganyar Turi Sleman Nur Hidayah; Dhiniaty Gularso
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i6.7911

Abstract

Kepercayaan diri peserta didik pada jenjang sekolah dasar merupakan aspek afektif yang krusial bagi perkembangan holistik, namun kerap terabaikan dalam program kokurikuler konvensional. Aktivitas seni dalam kokurikuler berpotensi menjadi kemampuan yang efektif, namun mekanisme spesifiknya dalam membangun kepercayaan diri belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena implementasi program Juri Gelis sebagai inovasi kokurikuler berbasis kreasi seni dalam membangun kepercayaan diri peserta didik di SD Negeri Karanganyar Turi Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus sebagaimana dikembangkan Yin (2018) dalam paradigma interpretivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang dipilih secara purposive (6 peserta didik, 2 guru pembimbing, 1 kepala sekolah, 3 orang tua), observasi partisipatif, serta studi dokumentasi meliputi portofolio karya dan catatan guru.  Analisis tematik mengungkap empat tema utama yang saling berinteraksi, yakni: (1) transformasi ekspresi diri melalui kreasi seni, (2) scaffolding sosial dalam lingkungan performatif, (3) internalisasi kompetensi melalui pengulangan bermakna, dan (4) rekognisi komunitas sebagai katalis kepercayaan diri. Pola-pola ini membentuk mekanisme unik pemberdayaan afektif peserta didik usia 8–12 tahun.  Program Juri Gelis terbukti bukan sekadar sarana hiburan, melainkan medium pedagogis terstruktur yang mengintegrasikan dimensi sosial, kognitif, dan afektif secara holistik. Temuan ini berkontribusi sebagai dasar penelitian lanjutan mengenai model pemberdayaan kepercayaan diri berbasis seni di sekolah dasar.
Implementasi Pendidikan Kearifan Lokal di SD Negeri Sleman 1 Nur Hidayah; Siti Maisaroh
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengembangkan kearifan lokal dan mengetahui kendala dalam menerapkan strategi penerapan kearifan lokal di SD Negeri Sleman 1. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) SD Negeri Sleman 1 mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam semua mata pelajaran, guru tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Silabus yang di susun secara khusus tentang kearifan lokal, menerapkan pembiasaan seperti memakai seragam batik sekolah, memakai batik bebas, menggunakan pakaian adat kejawen, menggunakan pakaian adat daerah, berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa, menyanyikan lagu daerah, perlombaan permainan tradisional, ekstrakurikuler Pramuka, ekstrakurikuler membatik, dan ekstrakurikuler menari. (2) Kendala dalam menerapkan kearifan lokal diantaranya faktor sekolah yaitu anggaran dana yang terbatas dan tidak ada tim pengembang kearifan lokal.