This Author published in this journals
All Journal Aksara
Kusnaeni Kusnaeni
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kematian dan Politik Ingatan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori: Thanatologi Sastra Herman Feife Kusnaeni Kusnaeni; Yeti Mulyati; Halimah Halimah; Rosita Rahma; Khaerudin Kurniawan
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4926.303-314

Abstract

This study aims to describe the function of death in Leila S. Chudori’s novel Laut Bercerita as an instrument of power and a medium of resistance against historical erasure. This research employs a descriptive-interpretative qualitative approach. The data consist of words, phrases, sentences, dialogues, and narratives in Laut Bercerita that represent death, grief, political violence, and collective memory. The data source is Leila S. Chudori’s novel Laut Bercerita, published by Kepustakaan Populer Gramedia in 2017. The data were collected through library research, close reading, and note-taking techniques. The data were analyzed through data reduction, data display, data interpretation, and conclusion drawing by applying Herman Feifel’s thanatological framework and the concept of memory politics. The findings show that death in Laut Bercerita is not positioned as an individual event, but as a political practice that erases traces of resistance and produces historical emptiness. Awareness of death triggers the existential transformation of characters, particularly the shift from personal grief to moral and historical consciousness. In addition, the deaths of activists shape the politics of memory and collective trauma, which are manifested through narratives, rituals, and actions of families and civil society communities. These findings affirm the role of literature as a space for articulating memory and resisting historical erasure. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi kematian dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori sebagai instrumen kekuasaan dan medium resistensi terhadap pelupaan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi dalam novel Laut Bercerita yang merepresentasikan kematian, duka, kekerasan politik, dan ingatan kolektif. Sumber data penelitian adalah novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun 2017. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, pembacaan dekat, dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan simpulan dengan menggunakan kerangka thanatologi Herman Feifel dan konsep politik ingatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian dalam Laut Bercerita tidak diposisikan sebagai peristiwa individual, melainkan sebagai praktik politik yang menghapus jejak perlawanan dan memproduksi kekosongan historis. Kesadaran terhadap kematian memicu transformasi eksistensial tokoh, terutama pergeseran dari duka personal menuju kesadaran moral dan historis. Selain itu, kematian para aktivis membentuk politik ingatan dan trauma kolektif yang diwujudkan melalui narasi, ritual, serta aksi keluarga dan komunitas sipil. Temuan ini menegaskan peran sastra sebagai ruang artikulasi memori dan perlawanan terhadap pelupaan sejarah.