Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan. Salah satu upaya pengendalian penyakit ini adalah melakukan monitoring kadar glukosa urine secara tepat waktu untuk mengetahui kondisi metabolik penderita dan mencegah terjadinya komplikasi. Namun, keterlibatan keluarga dalam mendukung kepatuhan monitoring glukosa urine masih belum optimal, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran keluarga dalam monitoring glukosa urine tepat waktu pada penderita diabetes melitus di Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan alat pemeriksaan glukosa urine, demonstrasi, serta pendampingan kepada penderita dan anggota keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pemberian edukasi, praktik pemeriksaan, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai diabetes melitus, pentingnya monitoring glukosa urine secara berkala, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan pencatatan hasil secara mandiri. Selain itu, keluarga menjadi lebih aktif dalam mengingatkan jadwal pemeriksaan dan mendukung perubahan perilaku sehat pada penderita. Dengan demikian, optimalisasi peran keluarga melalui edukasi dan pendampingan terbukti mampu meningkatkan kepatuhan monitoring glukosa urine tepat waktu sehingga dapat mendukung pengelolaan diabetes melitus yang lebih efektif dan berkelanjutan di masyarakat.