Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM MONITORING GLUKOSA URINE TEPAT WAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA BONTOMANGAPE KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Andi Nailah Amirullah; Haerul P,S; Salki Sasmita; Elya Novianti; Andi Asliana Sainal; Bustang Bustang; Andi Chusnul Chotimah; Yusma Putri; Sabri Jufri; Putra Putra; Edmundus Emanuel Lalong Tabur
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): November 2023, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v3i2.1002

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan. Salah satu upaya pengendalian penyakit ini adalah melakukan monitoring kadar glukosa urine secara tepat waktu untuk mengetahui kondisi metabolik penderita dan mencegah terjadinya komplikasi. Namun, keterlibatan keluarga dalam mendukung kepatuhan monitoring glukosa urine masih belum optimal, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran keluarga dalam monitoring glukosa urine tepat waktu pada penderita diabetes melitus di Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan alat pemeriksaan glukosa urine, demonstrasi, serta pendampingan kepada penderita dan anggota keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pemberian edukasi, praktik pemeriksaan, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai diabetes melitus, pentingnya monitoring glukosa urine secara berkala, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan pencatatan hasil secara mandiri. Selain itu, keluarga menjadi lebih aktif dalam mengingatkan jadwal pemeriksaan dan mendukung perubahan perilaku sehat pada penderita. Dengan demikian, optimalisasi peran keluarga melalui edukasi dan pendampingan terbukti mampu meningkatkan kepatuhan monitoring glukosa urine tepat waktu sehingga dapat mendukung pengelolaan diabetes melitus yang lebih efektif dan berkelanjutan di masyarakat.
STRATEGI KOMPREHENSIF (EDUKASI, DIET, DAN PERAWATAN LUKA) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN KETAHANAN HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI ULKUS DI DESA TANAKARAENG KECAMATAN MANUJU KABUPATEN GOWA Andi Nailah Amirullah; Haerul P,S; Salki Sasmita; Elya Novianti; Andi Asliana Sainal; Bustang Bustang; Andi Chusnul Chotimah; Yusma Putri; Sabri Jufri; Allisa Austia Bahrun; Nurhudaya Nurhudaya
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v4i2.1003

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan sering disertai komplikasi berupa ulkus diabetikum yang dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko kecacatan, infeksi, hingga amputasi. Penanganan pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melalui pengobatan medis tetapi juga melalui edukasi, pengaturan diet, dan perawatan luka yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan strategi komprehensif berupa edukasi kesehatan, pengelolaan diet, dan perawatan luka dalam meningkatkan kualitas dan ketahanan hidup pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tanakaraeng Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa meliputi penyuluhan mengenai pengendalian diabetes dan pencegahan komplikasi, pendampingan penerapan pola makan sehat sesuai kebutuhan pasien, pelatihan perawatan luka yang benar, serta monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pasien dan keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pemberian edukasi, demonstrasi perawatan luka, pendampingan diet, serta evaluasi pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pengelolaan diabetes melitus dan ulkus diabetikum, peningkatan kepatuhan terhadap pola diet yang dianjurkan, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, pasien menunjukkan peningkatan motivasi dalam menjalani perawatan, kemampuan beradaptasi terhadap kondisi penyakit, dan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan demikian, penerapan strategi komprehensif melalui edukasi, diet, dan perawatan luka terbukti mampu meningkatkan kualitas dan ketahanan hidup pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus sehingga dapat mendukung pengelolaan penyakit yang lebih efektif dan berkelanjutan di masyarakat.