ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026

Model Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Adat Badamai untuk Penanganan Perundungan di Sekolah: Dari Punitif ke Restoratif

Muhammad Kamil Ridha (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)
Marzuki (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)
Annisa Istiqomah (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)
Roul Alvaro Prasetyo (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai Adat Badamai dalam kurikulum Pendidikan Pancasila serta merumuskan desain bahan ajar inovatif berbasis kearifan lokal untuk meminimalisir perilaku perndungan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif analitis melalui analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Adat Badamai yang meliputi musyawarah, pemaafan (baakuran), keadilan restoratif dan tanggung jawab kolektif (babaikan) dapat diintegrasikan secara strategis dalam kurikulum Pendidikan Pancasila melalui pendekatan infusi, bukan sekadar sebagai materi suplemen. Desain bahan ajar terdiri atas empat komponen sekuensial: Narasi kearifan lokal, laboratorium perdamaian (studi kasus), simulasi mediasi (role play), dan lembar refleksi baakuran, mengadopsi lima tahapan mediasi kultural: Identifikasi konflik, pertemuan mediasi, negosiasi dan musyawarah, kesepakatan damai, serta simbolisasi perdamaian. Berbasis etnopedagogi dan pembelajaran berbasis masalah, bahan ajar ini mentransformasi paradigma penanganan perundungan dari punitif menuju restoratif, sekaligus menjadikan siswa sebagai agen perdamaian yang berakar pada identitas budaya, guna memperkuat kebajikan kewarganegaraan pada dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Copyrights © 2026