Ahmad Taufiq
Universitas Al Falah As - Sunniyah Kencong Jember

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Fungsi Al-Quwwah Al-Alimah (Daya Mengetahui) dalam Membentuk Karakter Ulul Albab: Studi Tokoh Al-Ghazali Husen Husen; Ahmad Taufiq; Muzammil; Iwan Fikri; Titin Nurhidayati
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2551

Abstract

Abstrak ini menganalisis fungsi al-quwwah al-‘ālimah (daya mengetahui) dalam pembentukan karakter ulul albab berdasarkan pemikiran Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana struktur daya mengetahui dalam jiwa menurut Al-Ghazali dapat menjadi landasan konseptual bagi pembentukan sosok ulul albab yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan moral. Latar belakang kajian ini bertumpu pada kebutuhan pendidikan Islam kontemporer untuk melahirkan manusia berkarakter ulul albab, yaitu sosok yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan wawasan ilmu, dan kematangan akhlak di tengah krisis moral modern. Pemikiran Al-Ghazali diposisikan sebagai kerangka klasik yang relevan, karena ia merumuskan struktur jiwa dan sumber-sumber ilmu (indra, akal, dan ilham) secara sistematis serta mengaitkannya dengan tujuan pendidikan, yakni kebahagiaan dunia–akhirat melalui tazkiyatun nafs dan pembentukan akhlak mulia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis-filosofis terhadap karya-karya utama Al-Ghazali, seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din, al-Munqidz min al-Dhalal, dan tulisan-tulisan tentang jiwa dan akal, yang kemudian didialogkan dengan literatur tentang ulul albab dan pendidikan karakter. Data dianalisis melalui langkah pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi konsep-konsep kunci tentang al-quwwah al-‘ālimah serta karakter ulul albab, sehingga tampak hubungan fungsional antara struktur daya mengetahui dan pembentukan kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-quwwah al-‘ālimah pada Al-Ghazali, yang mencakup akal teoretis, praktis, dan keterbukaan pada ilham, berfungsi sebagai pusat pengolahan pengetahuan yang mengarahkan kehendak dan perilaku moral. Ketika daya mengetahui ini dibina melalui kombinasi dzikr, fikr, dan amal saleh sebagaimana karakter ulul albab dalam Al-Qur’an, ia melahirkan pribadi yang kokoh akidah, tajam nalar, lembut spiritualitas, serta berakhlak mulia dalam perilaku sosial. kesimpulannya, integrasi konsep al-quwwah al-‘ālimah Al-Ghazali dengan ideal ulul albab menyediakan landasan teoritis yang kuat bagi desain pendidikan karakter Islam yang holistik. Penguatan daya mengetahui bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada dimensi spiritual dan etis, dipandang strategis untuk membentuk generasi ulul albab yang mampu merespons tantangan zaman tanpa kehilangan orientasi tauhid dan akhlak
RAHMA EL YUNUSI DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Akhmad Zaeni
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kontribusi pemikiran dan paradigma pedagogis Rahmah El Yunusiah (1900–1969), seorang tokoh sentral dalam gerakan emansipasi pendidikan Islam perempuan di Indonesia. Fokus utama penelitian terletak pada analisis historis pendirian Madrasah Diniyyah Puteri pada tahun 1923, yang menjadi tonggak lahirnya institusi pendidikan Islam modern khusus perempuan. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, data primer dari dokumen sejarah dan arsip institusi dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk membedah relevansi pemikiran Rahmah dalam konteks pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Rahmah bersifat transdisipliner, dengan keberanian mengintegrasikan teologi Islam, kurikulum ilmu pengetahuan umum, serta keterampilan praktis yang mampu menyeimbangkan kemandirian intelektual dan spiritual. Model pendidikan ini tidak hanya diakui keunggulannya secara internasional oleh Universitas Al-Azhar, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan kebangsaan yang krusial. Atas kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa dan memperkuat basis perempuan dalam kemerdekaan, Rahmah El Yunusiah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Temuan ini menegaskan bahwa konsep pendidikan Rahmah sangat relevan untuk diadaptasi dalam manajemen pendidikan masa kini, khususnya dalam strategi pemberdayaan perempuan, inklusivitas pendidikan, dan pembentukan karakter pendidik yang memadukan integritas spiritual dengan kecakapan intelektual yang progresif.
MORALITAS DAN PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENGUATAN KARAKTER Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Asnawan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2767

Abstract

Fenomena pergeseran nilai moral dan meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan perilaku menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial turut memengaruhi cara individu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan perilaku serta mengkaji upaya penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lemahnya kontrol diri dan rendahnya pemahaman nilai agama, serta faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, perkembangan media digital, dan menurunnya efektivitas lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, penguatan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai akhlak, keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan perubahan sosial secara bijaksana.
Analisis Fungsi Al-Quwwah Al-Alimah (Daya Mengetahui) dalam Membentuk Karakter Ulul Albab: Studi Tokoh Al-Ghazali Husen Husen; Ahmad Taufiq; Muzammil; Iwan Fikri; Titin Nurhidayati
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2551

Abstract

Abstrak ini menganalisis fungsi al-quwwah al-‘ālimah (daya mengetahui) dalam pembentukan karakter ulul albab berdasarkan pemikiran Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana struktur daya mengetahui dalam jiwa menurut Al-Ghazali dapat menjadi landasan konseptual bagi pembentukan sosok ulul albab yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan moral. Latar belakang kajian ini bertumpu pada kebutuhan pendidikan Islam kontemporer untuk melahirkan manusia berkarakter ulul albab, yaitu sosok yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan wawasan ilmu, dan kematangan akhlak di tengah krisis moral modern. Pemikiran Al-Ghazali diposisikan sebagai kerangka klasik yang relevan, karena ia merumuskan struktur jiwa dan sumber-sumber ilmu (indra, akal, dan ilham) secara sistematis serta mengaitkannya dengan tujuan pendidikan, yakni kebahagiaan dunia–akhirat melalui tazkiyatun nafs dan pembentukan akhlak mulia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis-filosofis terhadap karya-karya utama Al-Ghazali, seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din, al-Munqidz min al-Dhalal, dan tulisan-tulisan tentang jiwa dan akal, yang kemudian didialogkan dengan literatur tentang ulul albab dan pendidikan karakter. Data dianalisis melalui langkah pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi konsep-konsep kunci tentang al-quwwah al-‘ālimah serta karakter ulul albab, sehingga tampak hubungan fungsional antara struktur daya mengetahui dan pembentukan kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-quwwah al-‘ālimah pada Al-Ghazali, yang mencakup akal teoretis, praktis, dan keterbukaan pada ilham, berfungsi sebagai pusat pengolahan pengetahuan yang mengarahkan kehendak dan perilaku moral. Ketika daya mengetahui ini dibina melalui kombinasi dzikr, fikr, dan amal saleh sebagaimana karakter ulul albab dalam Al-Qur’an, ia melahirkan pribadi yang kokoh akidah, tajam nalar, lembut spiritualitas, serta berakhlak mulia dalam perilaku sosial. kesimpulannya, integrasi konsep al-quwwah al-‘ālimah Al-Ghazali dengan ideal ulul albab menyediakan landasan teoritis yang kuat bagi desain pendidikan karakter Islam yang holistik. Penguatan daya mengetahui bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada dimensi spiritual dan etis, dipandang strategis untuk membentuk generasi ulul albab yang mampu merespons tantangan zaman tanpa kehilangan orientasi tauhid dan akhlak
RAHMA EL YUNUSI DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Akhmad Zaeni
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kontribusi pemikiran dan paradigma pedagogis Rahmah El Yunusiah (1900–1969), seorang tokoh sentral dalam gerakan emansipasi pendidikan Islam perempuan di Indonesia. Fokus utama penelitian terletak pada analisis historis pendirian Madrasah Diniyyah Puteri pada tahun 1923, yang menjadi tonggak lahirnya institusi pendidikan Islam modern khusus perempuan. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, data primer dari dokumen sejarah dan arsip institusi dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk membedah relevansi pemikiran Rahmah dalam konteks pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Rahmah bersifat transdisipliner, dengan keberanian mengintegrasikan teologi Islam, kurikulum ilmu pengetahuan umum, serta keterampilan praktis yang mampu menyeimbangkan kemandirian intelektual dan spiritual. Model pendidikan ini tidak hanya diakui keunggulannya secara internasional oleh Universitas Al-Azhar, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan kebangsaan yang krusial. Atas kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa dan memperkuat basis perempuan dalam kemerdekaan, Rahmah El Yunusiah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Temuan ini menegaskan bahwa konsep pendidikan Rahmah sangat relevan untuk diadaptasi dalam manajemen pendidikan masa kini, khususnya dalam strategi pemberdayaan perempuan, inklusivitas pendidikan, dan pembentukan karakter pendidik yang memadukan integritas spiritual dengan kecakapan intelektual yang progresif.
MORALITAS DAN PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENGUATAN KARAKTER Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Asnawan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2767

Abstract

Fenomena pergeseran nilai moral dan meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan perilaku menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial turut memengaruhi cara individu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan perilaku serta mengkaji upaya penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lemahnya kontrol diri dan rendahnya pemahaman nilai agama, serta faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, perkembangan media digital, dan menurunnya efektivitas lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, penguatan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai akhlak, keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan perubahan sosial secara bijaksana.