Asnawan
Universitas Al Falah As - Sunniyah Kencong Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MORALITAS DAN PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENGUATAN KARAKTER Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Asnawan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2767

Abstract

Fenomena pergeseran nilai moral dan meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan perilaku menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial turut memengaruhi cara individu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan perilaku serta mengkaji upaya penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lemahnya kontrol diri dan rendahnya pemahaman nilai agama, serta faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, perkembangan media digital, dan menurunnya efektivitas lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, penguatan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai akhlak, keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan perubahan sosial secara bijaksana.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN TANTANGAN GLOBALISASI, KAJIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN Ahmad Sidik; Asnawan; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2770

Abstract

Artikel ini mengkaji kedudukan, peranan, dan tantangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi dalam perspektif sosiologi pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menelaah literatur buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan karya akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kedudukan strategis sebagai pendidik profesional, pembimbing moral dan spiritual, tokoh panutan di masyarakat, serta agen perubahan sosial. Di sisi lain, globalisasi menghadirkan tantangan yang kompleks, meliputi penetrasi budaya global, digitalisasi pendidikan, perubahan karakter peserta didik, dan tuntutan peningkatan kompetensi profesional. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, strategi pedagogi kontekstual, dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi kebutuhan penting bagi guru PAI agar tetap relevan dan berdampak dalam dunia pendidikan modern.
MORALITAS DAN PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENGUATAN KARAKTER Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Asnawan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2767

Abstract

Fenomena pergeseran nilai moral dan meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan perilaku menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial turut memengaruhi cara individu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan perilaku serta mengkaji upaya penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lemahnya kontrol diri dan rendahnya pemahaman nilai agama, serta faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, perkembangan media digital, dan menurunnya efektivitas lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, penguatan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai akhlak, keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan perubahan sosial secara bijaksana.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN TANTANGAN GLOBALISASI, KAJIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN Ahmad Sidik; Asnawan; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2770

Abstract

Artikel ini mengkaji kedudukan, peranan, dan tantangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi dalam perspektif sosiologi pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menelaah literatur buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan karya akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kedudukan strategis sebagai pendidik profesional, pembimbing moral dan spiritual, tokoh panutan di masyarakat, serta agen perubahan sosial. Di sisi lain, globalisasi menghadirkan tantangan yang kompleks, meliputi penetrasi budaya global, digitalisasi pendidikan, perubahan karakter peserta didik, dan tuntutan peningkatan kompetensi profesional. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, strategi pedagogi kontekstual, dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi kebutuhan penting bagi guru PAI agar tetap relevan dan berdampak dalam dunia pendidikan modern.